BlackRock mempredikisi risiko konflik lanjutan perang Iran-Amerika
Selasa, 14 April 2026

NEW YORK - Raksasa manajemen aset BlackRock meningkatkan pandangannya terhadap saham Amerika Serikat, didorong keyakinan bahwa dampak perang dengan Iran mulai mereda dan kinerja laba perusahaan tetap solid.Dalam catatan pasar terbarunya, BlackRock menaikkan rekomendasi saham AS dari “netral” menjadi “overweight”.Sebelumnya, perusahaan bersikap hati-hati akibat perkembangan konflik di Timur Tengah, mengutip dari Cnbc.Namun kini, peluang gencatan senjata yang lebih bertahan lama dinilai akan membatasi dampak negatif terhadap pasar.BlackRock melihat dua indikator utama yang memicu peningkatan risiko investasi: mulai terbukanya kembali arus perdagangan melalui Selat Hormuz serta semakin jelasnya bahwa dampak makroekonomi dari konflik dapat dikendalikan.Di sisi lain, prospek laba perusahaan juga terus menguat.Perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatat pertumbuhan laba 12,6% pada kuartal pertama 2026, dan berpotensi meningkat hingga 19% jika tren kejutan positif (earnings beat) berlanjut.Sektor teknologi menjadi sorotan utama, dengan proyeksi pertumbuhan laba mencapai 45% tahun ini.Meski demikian, kinerja saham sektor tersebut masih relatif terbatas, sehingga valuasinya kini berada di level terendah dibanding sektor lain sejak pertengahan 2020.BlackRock menilai risiko konflik lanjutan antara AS dan Iran relatif kecil, sehingga potensi tekanan terhadap ekonomi global juga terbatas.Dengan kombinasi tersebut, perusahaan kembali meningkatkan eksposur pada saham AS dan pasar negara berkembang, sambil tetap mengincar peluang tematik seperti sektor pertahanan. (DK)