TNI-AU sukses uji bom lokal BNT-250 di jet tempur F16
Jumat, 28 November 2025

JAKARTA - TNI Angkatan Udara berhasil menguji bom BNT-250 buatan dalam negeri, sebuah bom hidup berstandar NATO berbobot 250 kilogram, sehingga mengurangi ketergantungan pada bom impor Mk 82 dari Amerika Serikat.Dalam uji coba 18 November di Lapangan Tembak Udara Pandanwangi, Lumajang, dua F-16 AM dari Skadron Udara 3, TS-1610 yang diterbangkan Letkol Pnb Anwar “Weasel” Sovie dan TS-1612 oleh Mayor Pnb Windi “Lion” Darmawan, membawa total 12 bom BNT-250.Mereka melakukan delapan sortie pelepasan tunggal dan dua sortie pelepasan ganda. Sementara itu, F-16 BM TS-1603 bertugas sebagai pesawat pengawas dan perekam.Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, mengatakan uji coba ini bertujuan mengumpulkan data teknis untuk menilai fungsi, akurasi, dan integrasi BNT-250 pada F-16.Dikutip dari thestar.com.my, BNT-250 merupakan bom hidup asli Indonesia yang diproduksi PT Sari Bahari bekerja sama dengan PT Dahana di bawah pengawasan Dislitbangau.Pengembangannya dimulai 2022, dengan prototipe pertama diuji Maret lalu sebelum masuk tahap uji operasi bulan ini.Selama tes, pilot menggunakan dua metode pelepasan:• CCIP (Continuously Computed Impact Point) — 10 bom dijatuhkan melalui serangan menukik dengan titik jatuh dihitung secara real time pada HUD.• CCRP (Continuously Computed Release Point) — 2 bom dilepas secara otomatis oleh komputer pesawat saat berada pada momen yang tepat dalam penerbangan datar.Seluruh bom dilepas dari ketinggian 1.800 hingga 10.000 kaki, dengan akurasi dalam radius 30 meter.“Ini membuktikan kualitas alpalhankam dalam negeri mampu bersaing dengan produk luar dan mengurangi ketergantungan impor,” ujar Wakil Direktur Utama Sari Bahari, Putra Prathama Nugraha.BNT-250 telah dinyatakan siap operasional, memiliki bobot 250–270 kg, panjang 2.300 mm dan diameter 273 mm, serta tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 70 persen, memungkinkan produksi massal di Indonesia.Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti pentingnya sinergi Dislitbangau, Lanud Iswahjudi dan Sari Bahari.Sejumlah negara ASEAN, termasuk Vietnam yang sebelumnya membeli bom seri P-100, juga menunjukkan minat terhadap BNT-250.Sari Bahari sendiri memproduksi berbagai bom “bodoh” untuk pesawat Rusia dan NATO, seperti P-100, P-250, P-500, BNL-125, BNL-250, BNM-250 dan BNT-250, serta tengah mengembangkan B250ST, bom cerdas dengan glide kit yang mampu dilepas dari jarak hingga 70 km.Pada Agustus 2023, perusahaan itu mengekspor ratusan bom P-100 ke Angkatan Udara Vietnam. (DK)