Hadapi Krisis Hormuz, Rusia ajak BRICS bikin cadangan pangan bersama

Selasa, 14 April 2026

image

MOSKOW - Rusia menyerukan pembentukan cadangan pangan bersama dengan negara-negara BRICS dan mitra regional untuk mengantisipasi risiko krisis pangan global akibat konflik di Timur Tengah.Seperti dikutip Reuters, sebagai eksportir gandum terbesar dunia, Rusia menilai gangguan rantai pasok, terutama pupuk, menjadi ancaman serius.Sebelumnya, sekitar sepertiga perdagangan pupuk global melewati Selat Hormuz yang kini terganggu akibat konflik.Pejabat Dewan Keamanan Rusia menekankan pentingnya kerja sama dengan negara-negara sahabat, termasuk anggota Uni Ekonomi Eurasia dan BRICS, guna memperkuat ketahanan pangan melalui pembentukan stok bersama.Isu ini juga diperkirakan menjadi agenda dalam pertemuan antara Vladimir Putin dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Moskow.Rusia memperingatkan, jika kekurangan pupuk berlanjut hingga musim panas, hasil panen global bisa turun hingga 50%, memicu lonjakan tajam harga pangan.Jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan bahkan berpotensi meningkat hingga rekor 673 juta orang.Lembaga global seperti World Bank, International Monetary Fund, dan World Food Programme juga telah memperingatkan bahwa kenaikan harga energi dan pupuk akibat konflik akan memperburuk inflasi pangan global.Di sisi lain, Rusia melihat peluang untuk meningkatkan ekspor pangan ke Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Amerika Latin, meski kapasitas produksi pupuk domestik masih terbatas tahun ini. (DK)