Tambang GBC dibuka, Freeport bidik lonjakan produksi 2027

Selasa, 14 April 2026

image

JAKARTA - PT Freeport Indonesia mulai membuka kembali secara terbatas tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) setelah sempat ditutup akibat longsor. Pemulihan penuh ditargetkan rampung pada kuartal I 2027.

Dikutip bloombergtechnoz, Direktur Utama Tony Wenas menyatakan saat ini produksi terbatas sudah berjalan di Production Block 2 dan 3, sementara Production Block 1 masih dalam tahap pemulihan.

Perbaikan blok produksi 1 dijadwalkan mulai Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada awal 2027. Seiring pemulihan tambang, Freeport memproyeksikan produksi bijih tembaga mencapai 200.000 ton per hari pada 2027. Untuk 2026, target produksi ditetapkan sebesar 156.000 ton per hari.

Freeport juga menargetkan penjualan tembaga sebesar 1,1 miliar pon atau sekitar 480.000 ton dan emas sebesar 0,83 juta ons atau sekitar 26 ton pada 2026. Target tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi 2025, dengan penjualan tembaga turun 8,33% dan emas turun 20,95%.

Kinerja perusahaan pada 2025 tertekan akibat gangguan operasional pasca longsor pada September 2025. Insiden tersebut menurunkan kapasitas produksi hingga sekitar 30% dari kondisi normal.

Berdasarkan laporan Freeport-McMoRan, laba bersih Freeport Indonesia pada 2025 tercatat sebesar US$2,52 miliar, turun 38,85% dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tembaga sepanjang 2025 mencapai 1,01 miliar pon, turun sekitar 44% secara tahunan. Produksi emas juga merosot hampir 50% menjadi 937.000 ons.

Dari sisi harga, tren justru menguat. Harga tembaga rata-rata naik menjadi US$4,53 per pon, sementara harga emas melonjak ke US$3.418 per troy ons pada 2025.(DH)