Peluang damai AS-Iran dukung IHSG, aksi profit taking jadi pembatas
Rabu, 15 April 2026

JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapat dukungan dari optimisme terhadap peluang damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, meskipun dibatasi oleh risiko profit taking setelah indeks mencatat reli kenaikan 5 hari.
Analis CGS International Sekuritas menilai penguatan indeks saham di Wall Street, akan jadi sentimen positif bagi pasar. Sementara penguatan harga komoditas mineral logam akan jadi tambahan positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 7.600/7.525 dan resist 7.755/7.830,” jelas analis CGS International dalam laporan risetnya hari ini.
Sementara itu Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG sebelumnya telah membentuk gap. Namun peluang kenaikan lanjutan ke level resistance berikutnya di kisaran 7.800 tetap terbuka, selagi indeks tetap bertahan di atas 7.700.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai indikator MACD pada IHSG berlanjut menguat dan Stochastic RSI bergerak di area overbought.
“Perlu mulai diwaspadai potensi profit taking dalam jangka pendek, mengingat kondisi IHSG yang sudah memasuki area overbought,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.
Senada dengan hal tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG berpotensi menguji resistance psikologis di 7.700 dan support 7.500.
“Penguatan diproyeksi akan cenderung terbatas dengan risiko taking profit setelah rally beberapa hari terakhir,” jelas analis BRI Danareksa.
Sebagai catatan, IHSG telah mencatatkan reli selama 5 hari perdagangan terakhir. Total kenaikan IHSG sepanjang reli ini telah mencapai 10,11%.
Dari kawasan Asia, sejumlah indeks saham mengawali perdagangan di zona hijau. KOSPI dibuka menguat 3,11%, Nikkei 225 naik 1,16%, dan ASX 200 naik 0,19%. (KR)