Unilever Indonesia buka suara soal divestasi bisnis jus Buavita
Rabu, 15 April 2026

JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menepis rumor yang beredar di publik, mengenai rencana penjualan bisnis jus Buavita yang beredar dalam sepekan terakhir.
Sekretaris Perusahaan UNVR, Mario Abdi Amrillah, mengatakan saat ini bisnis jus Buavita masih dimiliki oleh perseroan.
“Hingga saat ini, perseroan tidak pernah menandatangani perjanjian jual beli apapun terkait transaksi penjualan bisnis jus Buavita kepada pihak manapun,” jelas Mario, dalam keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/4) kemarin.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah DealStreetAsia melaporkan rencana divestasi bisnis jus Buavita, menyusul penjualan bisnis teh SariWangi.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, UNVR memang telah menjual bisnis teh SariWangi kepada Grup Djarum, dalam transaksi senilai Rp1,5 triliun pada Maret 2026.
“Apabila di kemudian hari terdapat langkah strategis terkait bisnis jus Buavita yang akan dilakukan oleh perseroan, hal tersebut akan disampaikan melalui keterbukaan informasi,” imbuh Mario.
Pada perdagangan Rabu (15/4) hari ini, harga saham UNVR dibuka menguat 0,26% atau 5 poin ke Rp1.915 hingga pukul 9.07 WIB. Harga ini mencerminkan Price to Earnings (PE) Rasio 9,56 kali, mengacu laba per saham tahun buku 2025 yang mencapai Rp200,29.
Mayoritas saham UNVR saat ini berada di bawah kendali Unilever Indonesia Holding B.V., yang menguasai 84,99%. Sementara porsi kepemilikan publik tercatat sebesar 14,57%. (KR)