BBNI siap terbitkan surat utang AT1 kedua di Bursa Singapura

Rabu, 15 April 2026

image

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan rencana penerbitan Additional Tier-1 (AT1) Capital Bond kedua miliknya pada April 2026 mendatang untuk memperkuat struktur permodalan.

Dalam keterangan resminya, BBNI akan menerbitkan surat utang AT1 tersebut bersamaan dengan tender offer pembelian kembali AT1 bond pertama yang diterbitkan tahun 2021 secara tunai.

“Periode partisipasi tender offer berlangsung sejak 14–22 April 2026, dan penyelesaian (settlement) direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 2026,” tulis Okki Rushartomo, Corporate Secretary BBNI.

Sebagai catatan, BBNI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan instrumen permodalan Additional Tier 1 pada tahun 2021 lalu, yang ditawarkan secara eksklusif pada investor luar negeri.

Saat itu, BBNI menerbitkan AT1 bond senilai US$600 juta, dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) hingga US$1,8 miliar.

Untuk AT1 2026, pihak BBNI belum menyebutkan nilainya, namun serupa dengan AT1 eksisting, AT1 baru tersebut akan “dicatatkan pada Singapore Exchange dan tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.”

Manajemen BBNI mengaku telah mengungkapkan rencana penerbitan dan buyback AT1 di Bloomberg, serta telah melakukan rangkaian investor call di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) pada 14 April 2026 kemarin.

Mengutip laman BBNI, AT1 bond ini merupakan surat utang yang “memiliki karakteristik modal, bersifat subordinasi, tidak memiliki jangka waktu, dan pembayaran imbal hasil tidak dapat diakumulasikan (perpetual non-cumulative subordinated debt).”

“Penerbitan AT1 baru dan pelaksanaan tender offer AT1 eksisting diharapkan memberikan dampak positif terhadap struktur permodalan Perseroan serta mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan,” tutup Okki. (ZH)