Harga tembaga terus melonjak, sentuh 101.450 yuan

Rabu, 15 April 2026

image

JAKARTA - Harga tembaga menguat ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada Selasa, didorong kenaikan biaya energi dan pelemahan dolar AS di tengah harapan meredanya konflik Timur Tengah.

Dikutip energynews.oedigital, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange naik 1,84% menjadi 100.980 yuan per ton, setelah sempat menyentuh 101.450 yuan tertinggi sejak 11 Maret. Level 100.000 yuan terakhir tercapai sekitar sebulan lalu. Di pasar global, kontrak tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,36% ke US$13.101 per ton, setelah menyentuh US$13.162, level tertinggi sejak 10 Maret.

Analis menyebut konflik Timur Tengah mendorong kenaikan biaya energi, yang menopang harga tembaga sebagai logam utama untuk konstruksi, manufaktur, dan sektor kelistrikan. Produsen besar seperti Codelco mencatat kenaikan biaya sekitar 10 sen per kilogram. Antofagasta juga memperingatkan lonjakan biaya bahan bakar dan input produksi.

Pasokan asam sulfat yang ketat turut menekan pasar, setelah muncul laporan bahwa China akan menghentikan ekspor mulai Mei.  Dari sisi permintaan, premi Yangshan yang mencerminkan konsumsi China tetap kuat dan ikut menopang harga.

Harga nikel juga menguat. Kontrak Shanghai naik 2,39%, sementara di London menyentuh US$17.840 per ton, tertinggi sejak awal Maret, setelah Indonesia mengubah formula harga acuan mineral.

Pelemahan dolar AS, seiring harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran, turut mendukung penguatan logam dasar. Logam lain di Shanghai turut bergerak, dengan aluminium naik 0,75%, timah naik 2,39%, dan seng menguat 0,36%, sementara timbal relatif stabil. Di London, aluminium, timbal, timah, dan seng juga mencatat kenaikan.(DH)