ELPI tambah armada, akuisisi kapal MPSV senilai US$46,5 juta
Kamis, 16 April 2026

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menambah armadanya dengan mengakuisisi kapal baru senilai US$46,5 juta atau sekitar Rp794,31 miliar (kurs JISDOR Rp17.082 per dolar AS).
Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa pembelian ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, PT ELPI Trans Cargo (ETC).
ETC berhasil memenangkan lelang kapal MPSV Bourbon Evolution 805 yang diselenggarakan oleh Shipbid (Singapore) Shipping Exchange Pte. Ltd. pada 9 April 2026 lalu.
Sebagai informasi, Kapal Bourbon Evolution 805 sendiri merupakan jenis DP3 Multi Purpose Support Vessel (MPSV) yang dibangun oleh Zhejiang Shipbuilding Co. pada 2014.
Kapal ini memiliki panjang 100,20 meter, lebar 21 meter, serta tonase kotor 6.146.
Dengan spesifikasi tersebut, kapal mampu menjalankan berbagai fungsi seperti dukungan penyelaman (diving support), kapal suplai, pemadam kebakaran, hingga pemulihan tumpahan minyak, sehingga cocok untuk mendukung aktivitas konstruksi dan operasional lepas pantai.
Kapal ini juga akan menjadi yang pertama berbendera Indonesia dengan spesifikasi DP3 MPSV multifungsi, yang dapat menunjang kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas di lepas pantai.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kapasitas armada, khususnya di sektor jasa offshore,” ujarnya, dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/4).
Dari sisi pendanaan, akuisisi ini menggunakan skema pembiayaan dari pihak ketiga non-perbankan guna memberikan fleksibilitas dalam ekspansi armada.
Wawan menilai kehadiran kapal baru ini berpotensi meningkatkan pendapatan, terutama melalui penempatan pada proyek-proyek offshore bernilai tinggi.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan memperkuat keberlanjutan bisnis ETC, khususnya dalam pengembangan layanan offshore yang menjadi salah satu fokus utama pertumbuhan perusahaan.
Meski penggunaan pendanaan eksternal akan meningkatkan liabilitas, perseroan optimistis hal tersebut dapat diimbangi dengan kontribusi pendapatan dari optimalisasi operasional kapal.
“Akuisisi ini akan memperkuat armada sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan secara signifikan di masa mendatang,” tutupnya. (DK/ZH)