Aksi jual asing dan profit taking membatasi penguatan IHSG

Kamis, 16 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguji area support pada perdagangan Kamis (16/5), setelah berbalik melemah 0,68% ke level 7.623,59 pada Rabu.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai optimisme investor terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, menjadi sentimen positif di pasar.

Menurut data Bloomberg, indeks saham di Wall Street memang mencatat kinerja beragam pada Rabu. Namun indeks Nasdaq memimpin penguatan 1,59% dan mencapai level tertinggi baru.

“Sementara itu terkoreksinya harga beberapa komoditas dan peluang berlanjutnya aksi ambil untung di saham konglo, serta aksi jual investor asing berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHGS,” jelas analis CGS International, dalam catatan yang disampaikan kepada investor pada Kamis.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.525/7.430 dan resist 7.725/7.820,” imbuh analis CGS International.

Sementara itu analis Phintraco menilai indikator Stochastic RSI pada IHSG berada di area overbought dan membentuk death cross. Sedangkan histogram positif pada MACD tetap menunjukkan kenaikan.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan mengalami konsolidasi pada kisaran 7.550-7.700,” tulis analis Phintraco.

Dari dalam negeri, riset analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat koreksi pada IHSG disebabkan oleh lesunya sektor perbankan dan aksi profit taking, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang mendorong arus modal asing keluar.

Sebagai catatan, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp1,16 triliun di pasar saham pada perdagangan Rabu.

“Saat ini, IHSG berpotensi untuk kembali melemah dan pullback, di mana terdapat area gap hingga level 7500 yang dijadikan level support terdekat,” ungkap analis BRI Danareksa Sekuritas.

Dari kawasan emerging market Asia, indeks saham KOSPI mengawali perdagangan di zona hijau, dengan penguatan 1,52%. Sejak awal tahun, indeks acuan pasar saham Korea ini telah naik 41,34%. (KR)