Data Center afiliasi Google incar dana jumbo lewat Junk Bond

Kamis, 16 April 2026

image

WASHINGTON - Pusat data yang terhubung dengan Alphabet Inc. melalui unit Google tengah menjajaki penggalangan dana sebesar US$5,7 miliar lewat penerbitan obligasi high-yield (junk bond). 

Jika terealisasi, transaksi ini akan menjadi yang terbesar untuk mendanai ekspansi besar-besaran infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Seperti dikutip Bloomberg, Morgan Stanley telah memulai pemasaran obligasi tersebut pada Rabu dan diperkirakan akan menetapkan harga dalam waktu dekat, menurut sumber yang mengetahui rencana ini.

Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk membangun dua pusat data di kawasan Sullivan County, Indiana, yang nantinya disewakan kepada startup komputasi awan Fluidstack Ltd. dengan dukungan dari Google.

Lonjakan pesat pengembangan AI memicu kelangkaan besar pada kapasitas pusat data, chip GPU, serta akses listrik berkecepatan tinggi. 

Untuk membiayai kebutuhan tersebut, perusahaan kini memanfaatkan berbagai instrumen utang, mulai dari obligasi berisiko tinggi hingga pembiayaan proyek.

Dengan nilai US$5,7 miliar, penerbitan ini menjadi obligasi junk berdenominasi dolar AS terbesar yang menguji minat investor terhadap pembiayaan pusat data, sekaligus rekor transaksi terbesar yang dipimpin satu institusi Wall Street, yakni Morgan Stanley.

Kesepakatan ini juga berpotensi melampaui rekor sebelumnya yang juga dipimpin Morgan Stanley dalam penerbitan obligasi high-yield untuk perusahaan penambang kripto TeraWulf Inc., yang turut didukung oleh Google.

Obligasi tenor lima tahun tersebut diterbitkan oleh Meridian Arc HoldCo LLC, perusahaan patungan milik Next Frontier LLC dan Fluidstack.

Fluidstack sendiri berfokus pada pengembangan pusat data berbasis komputasi berkinerja tinggi, sektor yang tengah berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan AI.

Baru-baru ini, Fluidstack juga mengumumkan kerja sama senilai US$50 miliar dengan Anthropic untuk membangun pusat data khusus bagi pengembangan model bahasa besar. 

Selain itu, perusahaan tersebut memperluas penggunaan fasilitas pusat data yang dioperasikan TeraWulf di New York, sementara Google meningkatkan dukungan pembiayaan dan kepemilikan sahamnya di TeraWulf hingga sekitar 14%. (DK)