Tak seperti induknya, CBDK sasar prapenjualan naik 31% di 2026

Kamis, 16 April 2026

image

JAKARTA – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) memasang target prapenjualan (marketing sales) untuk tahun 2026 sebesar Rp563 miliar, naik 31% dari realisasi Rp430 miliar pada tahun 2025 lalu.

Target ini tak serupa dengan strategi induk CBDK, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yang memasang target prapenjualan yang konservatif untuk tahun 2026.

Mempertimbangkan tantangan industri, PANI menyasar marketing sales Rp4,3 triliun untuk 2026, tak berubah dari realisasi tahun 2025.

Kemudian, jika PANI mengandalkan segmen residensial, CBDK lebih berambisi untuk mengoptimalkan monetisasi area Central Business District (CBD) di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).

“Target marketing sales tahun 2026 mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2,” tegas Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, dalam siaran resmi, Kamis (16/4).

Seperti yang telah diberitakan IDNFinancials.com, kawasan PIK2 juga kini telah dilengkapi Nusantara International Convention Exhibition (NICE) – fasilitas Meetings, Incentives, Conventions, and Exhbitions (MICE) yang beroperasi sejak Agustus 2025 lalu.

“Kami targetkan juga, tahun depan, Hotel Hilton PIK2 akan mulai beroperasi, sehingga 2 proyek baru CBDK ini menjadi sumber pendapatan berulang yang akan mendominasi sebagain dari total pendapatan tahunan CBDK,” ungkap Steven lebih lanjut.

IDNFinancials.com sebelumnya melaporkan bahwa PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD), anak usaha CBDK, telah menandatangani kerja sama untuk mendirikan dan mengelola Hotel Hilton Jakarta PIK2 di kawasan Nusantara Internasional Convention Exibition (NICE) bersama Hilton Group.

CBDK disebutkan menyiapkan investasi setara Rp800 miliar untuk membangun hotel tersebut di atas lahan seluas 1 hektar. Namun, proyek ini baru ditargetkan rampung pada pertengahan 2027 mendatang.

Hingga akhir 2025, CBDK diketahui masih memiliki cadangan landbank 702 hektare. Total asetnya mencapai Rp22,57 triliun, dengan kas dan setara kas Rp3,1 triliun. (ZH)