Amerika: Pelabuhan Iran dan perdagangan sudah lumpuh total

Kamis, 16 April 2026

image

JAKARTA - Militer Amerika Serikat menyatakan telah memberlakukan blokade penuh terhadap pelabuhan Iran yang menghentikan seluruh aktivitas perdagangan laut negara tersebut.

Dikutip aljazeera, Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan blokade berlaku bagi semua kapal dari berbagai negara yang masuk maupun keluar dari wilayah pesisir Iran.

“Diperkirakan 90% ekonomi Iran didorong oleh perdagangan internasional melalui laut. Dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut,” kata Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, Selasa.

Operasi ini melibatkan lebih dari 10.000 personel, termasuk angkatan laut, marinir, dan angkatan udara, serta didukung kapal perang dan pesawat militer. Dalam 24 jam pertama, enam kapal niaga mengikuti perintah AS untuk berbalik arah dan kembali ke pelabuhan Iran.

Reuters melaporkan kapal perusak Angkatan Laut AS juga menghentikan dua tanker minyak yang mencoba keluar dari Iran melalui pelabuhan Chabahar di Teluk Oman dan memerintahkan keduanya berbalik melalui komunikasi radio.

Presiden AS Donald Trump menargetkan blokade ini untuk menekan Iran agar menerima syarat Washington dalam mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran, setelah perundingan di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. CENTCOM menyebut tidak ada kapal yang berhasil menembus blokade sejak diberlakukan pada Senin.

Sementara itu, analis Iran Abas Aslani menilai langkah AS memberi sinyal pembukaan kembali jalur negosiasi guna meredam dampak blokade terhadap pasar minyak global. Harga minyak sempat melampaui US$100 per barel sebelum kembali turun seiring harapan pembicaraan lanjutan.

Teheran menilai blokade tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata. “Gencatan senjata yang saat ini berlaku adalah gencatan senjata yang sangat rapuh,” ujar Aslani. “Kami menunggu untuk melihat apa reaksi dari Iran.”(DH)