Emiten milik Hapsoro gelar rights issue jumbo, untuk apa?

Kamis, 16 April 2026

image

JAKARTA – PT Singaraja Putra Tbk (SINI), emiten dari sektor industri yang dimiliki oleh Happy Hapsoro, akan menggelar Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen SINI menyebut jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebesar 712,5 juta lembar. Angka ini setara 148,13% dari jumlah saham beredar SINI saat ini, sebanyak 481 juta lembar.

Apabila pemegang saham lama tidak mengambil bagian atas saham baru mereka, tulis manajemen SINI, “persentase kepemilikan saham di perseroan akan terdilusi secara proporsional.”

Rapat pemegang saham akan digelar pada 26 Mei 2026, untuk melanjutkan rencana penambahan modal ini.

Manajemen menyebut belum ada kepastian harga pelaksanaan saham dalam aksi korporasi ini. Namun dengan asumsi harga Rp5.000 per lembar yang disampaikan dalam prospektus, SINI berpotensi meraup dana segar Rp3,6 triliun.

Total dana tersebut setara 51,17% dari kapitalisasi pasar SINI, berdasarkan harga saham yang saat ini berada di level Rp14.475 per lembar.

SINI berencana menggunakan sebagian dana hasil rights issue tersebut untuk akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti, perusahaan yang berada di bawah kendali PT Petrosea Tbk (PTRO).

Selain itu, SINI juga akan mengalokasikan dana hasil rights issue untuk membayar utang kepada kreditur lebih awal dan mendanai modal kerja.

Saat ini, mayoritas saham SINI berada di bawah kendali PT Autumn Prima Indonesia, dengan kepemilikan 30%. PT Kreasi Jasa Persada memiliki 19,74% saham, Batubara Development Pte Ltd 15,49%, Hapsoro 9%, dan investor publik 25,77%.

Sementara itu Ultimate Beneficiary Owner (UBO) dari saham SINI terdiri atas tiga orang, yaitu Limas Ananto, Hendrikus Yulidar Putra Karim, dan Hapsoro. (KR)