Saham transportasi unggul saat IHSG berbalik melemah

Kamis, 16 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (16/4) hari ini di zona merah, dengan penurunan tipis 0,03% ke level 7.621,38.

Indeks sebelumnya sempat menguat di pembukaan perdagangan, hingga mencapai level tertinggi di 7.705,03. Namun hingga penutupan sesi pertama dan kedua, IHSG berangsur melemah.

Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 19,56% ke menjadi Rp18,14 triliun, setelah sempat mencapai Rp22,55 triliun pada perdagangan Rabu.

Saham bank menyerap nilai transaksi tertinggi, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Namun harga saham BBCA melemah 0,38% sementara BBRI naik 0,29%.

Kinerja indeks sektoral bergerak variatif, dengan 6 sektor mencatat kenaikan dan 5 sektor lainnya melemah. Sektor transportasi mencatat kenaikan tertinggi yaitu 3,36%, sedangkan sektor infrastruktur turun paling dalam meskipun hanya 0,60%.

Dari sektor transportasi, sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar yang mencatat kenaikan harga adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Temas Tbk (TMAS), dan PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS).

Harga saham GIAA naik 2,70% hingga penutupan perdagangan, sementara harga saham TMAS naik 8,66% dan IMSJ melesat 28,41%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai koreksi pada IHSG hari ini disebabkan posisi indeks, yang secara teknikal berada di area overbought alias jenuh beli.

Meskipun demikian, tulis analis Phintraco dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini, harapan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tetap menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Di sisi lain, indeks saham negara emerging market Asia mencatat kinerja beragam. KOSPI Korea tetap memimpin dengan kenaikan 2,21% dan Hang Seng 1,72%.

Sementara itu IHSG berada di zona merah bersama indeks saham SET Thailand yang turun 0,92%, serta NIFTY India yang melemah 0,02%. (KR)