Ukraina terapkan model perang baru, gabungkan drone dan infanteri

Kamis, 16 April 2026

image

KYIV - Kementerian Pertahanan Ukraina pada Rabu mengatakan bahwa pihaknya sedang menerapkan model operasi baru yang mengintegrasikan perang drone dengan aktivitas infanteri.

Sekaligus menyoroti keberhasilan yang diumumkan oleh komandan tertinggi dalam merebut kembali wilayah dari pasukan Rusia di bagian selatan negara tersebut.

Komandan tertinggi Oleksandr Syrskyi menyebut bahwa pasukan Kyiv berhasil merebut kembali hampir 50 km persegi wilayah dari Rusia pada bulan Maret, melanjutkan kemajuan yang telah dicapai sejak awal tahun.

Seperti dikutip Reuters, drone kini memainkan peran sentral dalam perang yang telah berlangsung empat tahun antara Kyiv dan Moskow. 

Kedua pihak juga terus mengembangkan sistem untuk mencegat drone dan memperkuat pertahanan udara mereka.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan dalam pernyataan di Telegram bahwa “model perang baru” berupa unit drone-assault sedang diterapkan, yang menggabungkan sistem tanpa awak udara dan darat dengan infanteri dalam satu sistem terpadu.

Pendekatan ini disebut telah memberikan hasil di wilayah selatan, di mana sejak Februari sejumlah besar wilayah berhasil direbut kembali.

Syrskyi dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa pasukannya telah merebut kembali sekitar 480 km persegi wilayah sejak akhir Januari.

Ia juga menyebut bahwa kondisi cuaca musim semi yang membaik telah mendorong peningkatan operasi ofensif Rusia di hampir seluruh garis depan sepanjang 1.200 km.

Menurutnya, wilayah sekitar kota Pokrovsk di timur Ukraina menjadi salah satu titik pertempuran paling intens pada Maret, karena Rusia terus berupaya merebut kota tersebut sejak pertengahan 2024.

Ia juga menyoroti sektor Oleksandrivka, Kostiantynivka, dan Lyman di tenggara dan timur sebagai wilayah dengan intensitas pertempuran tertinggi selama bulan tersebut.

Serangan balasan Ukraina di tenggara disebut membantu mengganggu upaya ofensif Rusia di sekitar Pokrovsk serta secara umum menghambat serangan musim semi Moskow.

Syrskyi mengatakan pekan lalu bahwa Ukraina telah merebut kembali 480 km persegi wilayah sejak akhir Januari, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut situasi garis depan saat ini sebagai yang terbaik bagi Ukraina sejak pertengahan tahun lalu.

Di sisi lain, Rusia mengklaim terus melakukan kemajuan lambat di wilayah timur Donetsk, termasuk menguasai beberapa desa baru, serta berupaya membentuk zona penyangga di wilayah perbatasan Kharkiv dan Sumy.

Militer Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap fasilitas militer dan industri Rusia untuk melemahkan kapasitas ofensif Moskow.

Pada Maret, Ukraina disebut menyerang 76 target, termasuk 15 fasilitas kilang minyak.

Ukraina juga memperluas serangan ke pelabuhan, kilang, dan pabrik pupuk Rusia untuk menekan pendapatan ekspor komoditas Moskow, di tengah kenaikan harga global akibat konflik Iran. (DK)