Portofolio ETH tertekan, Bitmine bukukan rugi US$3,8 miliar

Jumat, 17 April 2026

image

JAKARTA - Bitmine Immersion Technologies mencatat rugi bersih besar pada kuartal yang berakhir 28 Februari 2026, berdasarkan laporan 10-Q, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar US$3,82 miliar, melonjak dari rugi US$1,15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dikutip Theblock.co, dalam enam bulan hingga Februari, total rugi bersih Bitmine melampaui US$9 miliar, jauh di atas rugi US$2,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian kuartalan terutama dipicu oleh rugi belum terealisasi sebesar US$3,78 miliar dari kepemilikan aset digital.

Perusahaan terus menambah kepemilikan ethereum di tengah pelemahan pasar kripto sejak akhir 2025. Hingga 12 April, Bitmine memegang 4,87 juta ETH dengan nilai sekitar US$10,7 miliar, menjadikannya pemegang treasury ethereum korporasi terbesar secara global.

"Bitmine telah membeli ethereum, karena kami melihat penurunan harga ini sebagai hal yang menarik, mengingat fundamental yang semakin kuat," kata Ketua Tom Lee dalam pernyataan Maret.

"Menurut pandangan kami, harga ETH tidak mencerminkan utilitas tinggi ETH dan perannya sebagai masa depan keuangan."

Lee juga menyebut perusahaan meningkatkan laju pembelian ETH dalam empat pekan terakhir, seiring pandangan bahwa pasar kripto mendekati akhir fase “Musim dingin kripto mini”.

"Perang Iran memasuki minggu ketujuh dan perang ini tetap menjadi pendorong terpenting pasar global," ujarnya. Di sisi lain, pendapatan perusahaan tumbuh signifikan. Bitmine mencatat pendapatan US$11,04 juta pada kuartal tersebut, naik dari US$1,5 juta pada tahun sebelumnya, didorong oleh staking Ethereum yang menyumbang sekitar US$10 juta.

Perusahaan telah melakukan staking atas sekitar 68% dari total kepemilikan ETH, dengan proyeksi pendapatan tahunan mencapai US$212 juta. Selain itu, Bitmine memiliki kas US$719 juta, 198 bitcoin, serta investasi di Beast Industries dan Eightco Holdings.

Pekan lalu, saham Bitmine resmi tercatat di New York Stock Exchange setelah sebelumnya diperdagangkan di NYSE American. Saham perusahaan ditutup turun tipis 0,14% ke level US$21,48 pada Selasa.

Pemegang ETH Besar

Bitmine merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di sektor aset digital dengan fokus pada penambangan kripto, staking ethereum, serta pengelolaan treasury berbasis aset digital.

Perusahaan ini mengadopsi teknologi immersion cooling untuk meningkatkan efisiensi operasional mining, sekaligus mengembangkan strategi yang lebih menyerupai perusahaan investasi dengan mengakumulasi Ethereum dalam jumlah besar.

Dalam beberapa waktu terakhir, Bitmine memposisikan diri sebagai salah satu pemegang ethereum korporasi terbesar di dunia, dengan sebagian besar kepemilikannya dimanfaatkan untuk staking guna menghasilkan pendapatan pasif yang kini menjadi kontributor utama pemasukan perusahaan.

Strategi tersebut membuat kinerja keuangan Bitmine sangat bergantung pada pergerakan harga ethereum, sehingga fluktuasi pasar kripto berdampak langsung terhadap laporan keuangannya.

Kerugian besar yang tercatat sebagian besar berasal dari rugi belum terealisasi akibat penurunan nilai aset digital yang dimiliki, bukan semata dari operasional inti.

Pendekatan ini membuat Bitmine kerap dibandingkan dengan MicroStrategy yang mengandalkan bitcoin sebagai aset utama, meski Bitmine memilih Ethereum dengan keyakinan bahwa aset tersebut memiliki utilitas lebih luas dalam ekosistem keuangan digital di masa depan. (DH)