China perketat kontrol di pintu masuk wilayah laut China Selatan

Jumat, 17 April 2026

image

MANILA – China meningkatkan upaya penguasaan di pintu masuk Scarborough Shoal di Laut China Selatan dengan mengerahkan kapal-kapal serta memasang penghalang terapung, menurut citra satelit yang diperoleh Reuters.

Scarborough Shoal menjadi salah satu titik sengketa paling panas di kawasan Asia, di mana sejumlah diplomat dan analis khawatir ketegangan berkepanjangan antara China dan Filipina dapat berkembang menjadi konflik bersenjata.

Seperti dikutip Reuters, citra yang diambil pada 10–11 April menunjukkan keberadaan empat kapal penangkap ikan, satu kapal angkatan laut atau penjaga pantai China, serta penghalang terapung baru yang membentang di pintu masuk kawasan tersebut.

Langkah ini terjadi saat Filipina juga mengirim kapal penjaga pantai dan perikanan untuk mendukung nelayan mereka yang kerap diusir oleh patroli China yang lebih besar.

Penyedia citra satelit Vantor, sebelumnya dikenal sebagai Maxar Technologies, menyebut sebuah kapal patroli China terlihat berada tepat di luar pintu masuk pada 10 April.

Kementerian Pertahanan China belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters terkait pengerahan tersebut.

Secara tradisional, Scarborough Shoal dikenal sebagai wilayah tangkapan ikan yang kaya dan berada dalam zona ekonomi eksklusif Filipina, meskipun China juga mengklaimnya sebagai bagian dari wilayahnya.

Juru bicara penjaga pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan China memasang penghalang terapung sepanjang 352 meter pada 10–11 April. 

Ia juga menyebut terdapat sejumlah kapal milisi maritim China yang berada di dalam dan sekitar area tersebut, diduga untuk menghalangi akses masuk.

Filipina sebelumnya pernah memotong penghalang serupa, namun Tarriela menyebut penghalang terbaru itu telah diangkat kembali oleh pihak China sejak akhir pekan, meski patroli Filipina tetap berlanjut.

Data militer Filipina mencatat sekitar 10 kapal penjaga pantai China terpantau di kawasan itu sepanjang 5–12 April.

Meski menjadi objek klaim berbagai pihak, status kedaulatan Scarborough Shoal belum pernah ditetapkan secara resmi. 

Namun, wilayah tersebut secara efektif berada di bawah kendali Beijing sejak direbut dari Filipina setelah kebuntuan pada 2012.

Pada Januari lalu, militer Filipina dan Amerika Serikat melakukan patroli bersama di kawasan tersebut, menandai semakin eratnya kerja sama kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

Latihan militer skala besar antara kedua negara juga dijadwalkan berlangsung bulan ini di berbagai wilayah Filipina, termasuk di provinsi Zambales yang berjarak sekitar 120 mil laut dari Scarborough Shoal.

Sejumlah diplomat menilai perkembangan ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa China dapat memanfaatkan situasi global, termasuk fokus Amerika Serikat terhadap konflik Iran dan upaya membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Putusan Pengadilan Arbitrase Permanen tahun 2016 memang memenangkan Filipina dalam sejumlah isu Laut China Selatan, namun tidak mencakup penetapan kedaulatan atas Scarborough Shoal. 

Pengadilan juga menyatakan bahwa pembatasan akses di wilayah tersebut melanggar hukum internasional karena merupakan area penangkapan ikan tradisional bagi beberapa negara, termasuk China, Filipina, dan Vietnam. (DK)