Aksi jual bebani IHSG di tengah sentimen positif dari Timur Tengah
Jumat, 17 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dengan rentang terbatas pada Jumat (17/4), di tengah sentimen eksternal yang membebani pasar saham.
Riset analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat indeks saham Wall Street pada Kamis (16/4) kemarin ditutup menguat, setelah IHSG turun tipis 0,03% dan mencatatkan net sell Rp1,01 triliun.
“Tekanan IHSG berasal dari aksi jual investor asing khususnya di saham perbankan dan level IHSG yang telah mencapai resistance pentingnya di psikologis 7.700,” jelas analis BRI Danareksa, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Sementara situasi konflik di Timur Tengah dinilai membuat pasar dalam kondisi risk-off, meskipun Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan akan kembali membahas pertemuan negosiasi jilid dua pada pekan depan
“Saat ini, IHSG diproyeksi akan bergerak terbatas dengan range support di 7500 dan resistance pada 7.700,” jelas analis BRI Danareksa.
Sementara itu analis CGS Internasional Sekuritas juga menyebut tekanan jual investor asing, sebagai katalis negatif bagi IHSG. Meskipun demikian, kenaikan harga sejumlah komoditas dianggap sebagai sentimen positif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.530/7.440 dan resist 7.710/7.800,” jelas analis CGS International.
Dari sisi teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berada di area jenuh beli atau overbought, yang mendorong terjadinya aksi profit taking.
“Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak sideways pada kisaran 7.550-7.700,” jelas analis Phintraco. (KR)