Jepang kucurkan US$10 miliar ke ASEAN tahan gejolak energi
Jumat, 17 April 2026
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menegaskan pentingnya menjaga gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Percakapan berlangsung selama 30 menit pada Senin malam.
“Jepang mendukung, bersama dengan negara-negara lain, upaya diplomatik menuju kesepakatan akhir,” demikian pernyataan pemerintah Jepang, dikutip bloomberg.
Motegi juga menekankan pentingnya keamanan pelayaran di Selat Hormuz, di tengah gangguan rantai pasok akibat penutupan jalur tersebut. Pemerintah Jepang meningkatkan komunikasi dengan negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara untuk merespons dampak ekonomi yang meluas.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan dukungan finansial sebesar US$10 miliar bagi negara-negara Asia Tenggara guna membantu menghadapi lonjakan harga minyak dan menjaga stabilitas rantai pasok. Ia menyebut gangguan pasokan berpotensi menghambat impor produk medis seperti sarung tangan bedah dari kawasan tersebut.
Dampak gangguan juga mulai terasa di sektor industri. Produsen toilet Toto Ltd. menghentikan sementara penerimaan pesanan kamar mandi prefabrikasi akibat kekhawatiran terganggunya pasokan nafta, bahan baku utama plastik. Jepang mengimpor hampir setengah kebutuhan nafta dari Timur Tengah.
Motegi kembali mendesak Iran menjamin kebebasan dan keamanan pelayaran bagi seluruh kapal di Selat Hormuz. Ia menyebut jalur tersebut sebagai “barang publik internasional,” yang mengindikasikan penolakan terhadap potensi pungutan biaya lintas.
Negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pekan depan. Kedua pihak mempertimbangkan perpanjangan selama dua pekan untuk memberi ruang tambahan bagi kesepakatan damai. Sementara itu, blokade laut oleh AS dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran terus membatasi arus perdagangan global.
Jepang yang bergantung pada impor energi dari Timur Tengah terdampak langsung kondisi ini. Pemerintah berupaya mendiversifikasi sumber pasokan minyak dan telah dua kali melepas cadangan strategis untuk meredam tekanan ekonomi domestik.(DH)