China tuntut Maersk dan MSC hentikan operasi pelabuhan Panama
Jumat, 17 April 2026

TIONGKOK - China meminta dua raksasa pelayaran global, Maersk dan Mediterranean Shipping Company, untuk menghentikan operasi mereka di pelabuhan Terusan Panama, lapor Financial Times pada Rabu.
Dalam pertemuan dengan perencana negara China bulan lalu, kedua perusahaan tersebut diminta segera menarik diri dari pelabuhan Balboa dan Cristóbal, menurut laporan yang mengutip dua sumber yang mengetahui pembicaraan itu.
Laporan ini belum dapat dikonfirmasi oleh Reuters.
Pihak Maersk, MSC, Kementerian Luar Negeri China, serta badan perencana negara belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar, mengutip dari Reuters.
Keduanya juga diingatkan untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang merugikan kepentingan perusahaan China, serta diminta menjaga etika bisnis dan aturan internasional.
Sementara itu, Panama telah memberikan konsesi sementara selama 18 bulan agar terminal tetap beroperasi.
Unit Maersk, APM Terminals, mengelola Balboa, sedangkan unit MSC, TIL Panama, menangani Cristóbal.
Perusahaan CK Hutchison sebelumnya menuai kritik dari China setelah mengumumkan rencana pada Maret 2025 untuk menjual 43 pelabuhan di 23 negara, termasuk Balboa dan Cristóbal, kepada konsorsium yang dipimpin oleh BlackRock bersama perusahaan pelayaran milik keluarga Gianluigi Aponte, MSC. (DK)