Saham WBSA dapat cap UMA usai harga melesat 226,6%
Jumat, 17 April 2026

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan lonjakan harga di luar kebiasaan pada saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), emiten yang mulai tercatat pada Jumat (10/40) pekan lalu.
Atas lonjakan harga tersebut, BEI menyematkan status Unusual Market Activity (UMA) pada saham WBSA, meskipun hal ini disebut tak menunjukkan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengaku saat ini pihaknya tengah mencermati perkembangan pola transaksi di saham WBSA.
Oleh karena itu, Yulianto dalam keterangan yang disampaikan Kamis (16/4) kemarin, mengimbau para investor untuk memperhatikan tanggapan WBSA atas permintaan konfirmasi BEI.
Selain itu, investor juga diminta mencermati kinerja dan rencana corporate action perusahaan tercatat sebelum mengambil keputusan investasi.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, WBSA menawarkan 1,8 miliar lembar sahamnya dalam Initial Public Offering (IPO) yang digelar. Jumlah saham ini setara 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Dengan harga penawaran Rp168 per lembar saham, WBSA meraup dana segar Rp302,4 miliar dalam aksi korporasi ini.
Harga saham WBSA di hari pertama pencatatan melonjak 24,82% atau tepat di batas Auto Rejection Atas (ARA). Harga saham WBSA telah menyentuh batas ARA 4 kali hingga pengumuman UMA dari BEI, serta 5 kali hingga perdagangan Jumat (17/4) hari ini.
Mayoritas saham WBSA saat ini berada di bawah kendali Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd., yang memegang 79,01% saham. PT Permata Gandaria Indah memiliki 0,24% saham dan investor publik 20,75%. (KR)