AL Amerika hadang 13 tanker yang keluar pelabuhan Iran
Jumat, 17 April 2026

WASHINGTON — Angkatan Laut Amerika Serikat telah menghentikan 13 kapal sejak penerapan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman yang dimulai lebih dari 24 jam sebelumnya, menurut Pentagon pada Kamis (16/4).
Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade tersebut pada Minggu, dengan alasan Iran belum membuka kembali Selat Hormuz, yang menjadi salah satu syarat dalam gencatan senjata dua pekan yang rapuh.
Langkah peningkatan tekanan terhadap Teheran dilakukan setelah putaran awal perundingan damai AS-Iran gagal pada akhir pekan, mengutip dari CNBC.
Meski demikian, Washington pada Rabu masih menyatakan optimisme terhadap peluang penyelesaian diplomatik atas konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Caine, menegaskan bahwa tindakan AS merupakan blokade terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran, bukan terhadap Selat Hormuz.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa AS akan memblokade selat tersebut sebelum akhirnya diklarifikasi oleh Komando Pusat AS.
Caine menjelaskan bahwa kebijakan itu berlaku bagi seluruh kapal, tanpa memandang kebangsaan, yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.
Selain itu, militer AS juga memburu kapal berbendera Iran maupun kapal lain yang diduga memberikan dukungan material, termasuk kapal ilegal yang dikenal sebagai “dark fleet”.
Ia menambahkan, setiap kapal yang mendekat akan menerima peringatan tegas dari Angkatan Laut AS untuk tidak melanggar blokade, atau bersiap menghadapi pemeriksaan dan penyitaan.
Hingga kini, seluruh 13 kapal yang dihadang memilih berbalik arah tanpa perlawanan, sehingga belum ada tindakan penindakan lebih lanjut. (DK)