BBNI rampungkan bookbuilding surat utang AT1, tawarkan US$700 juta
Jumat, 17 April 2026

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) telah merampungkan proses bookbuilding dan penetapan harga Additional Tier-1 (AT1) Capital Bond pada 15 April 2026.
AT1 baru ini akan diterbitkan dengan nilai US$700 juta disertai distribution rate 7,15% per tahun, dan dicatatkan di Singapore Exchange (SGX). Namun, penyelesaian transaksi menyusul pada tanggal 22 April 2026.
“Dana hasil penerbitan AT1 Baru akan digunakan untuk memperkuat struktur dan rasio permodalan Perseroan, serta mendukung ekspansi kegiatan usaha Perseroan,” jelas Okki Rushartomo, Corporate Secretary BBNI, dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).
Seperti yang telah diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, BBNI akan menerbitkan surat utang AT1 tersebut bersamaan dengan tender offer pembelian kembali AT1 pertama yang diterbitkan tahun 2021 secara tunai.
Melalui penerbitan AT1 US$600 juta pada tahun 2021, BBNI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan instrumen permodalan jenis tersebut.
Saat itu, BBNI mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) hingga US$1,8 miliar.
Serupa dengan AT1 tahun 2021, AT1 baru ini akan diterbitkan secara eksklusif di luar negeri (SGX), dan tidak ditawarkan kepada investor Indonesia.
Mengacu pada ketentuan OJK, AT1 “memiliki karakteristik modal, bersifat subordinasi, tidak memiliki jangka waktu (perpetual), dan pembayaran imbal hasil tidak dapat diakumulasikan (noncumulative subordinated debt).”
“Dalam rangka penerbitan AT1 Baru tersebut, Perseroan telah menandatangani Perjanjian Pengambilan Bagian atas Efek (Subscription Agreement) dengan para Manajer pada tanggal 15 April 2026,” tambah Okki.
Sebagai catatan, nilai AT1 baru ini tak sampai 20% ekuitas BBNI per Desember 2025, yang tercatat menyentuh Rp176,34 triliun atau setara dengan US$10,26 miliar (kurs Rp17.184,55/US$). (ZH)