Eksposur bitcoin naik, S&P turunkan peringkat USDT
Jumat, 28 November 2025

WASHINGTON – S&P Global Ratings menurunkan peringkat stabilitas untuk USDT, stablecoin yang mencerminkan harga dolar Amerika Serikat (AS) milik Tether, ke level terendah dalam skala penilaian mereka.
Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya eksposur Tether terhadap aset berisiko seperti bitcoin (BTC), serta kurangnya transparansi terkait cadangan yang mendukung USDT.
Dalam laporan yang dirilis Rabu, S&P menurunkan skor kemampuan USDT mempertahankan patokan harga terhadap dolar AS, dari 4 (constrained) menjadi 5 (weak), menggantikan penilaian sebelumnya yang diberikan pada Desember 2023.
Seperti dikutip dari Reuters, Tether membantah penilaian tersebut, menyebut kerangka penilaian S&P tidak mencerminkan sifat dan skala uang digital modern, serta mengabaikan data yang menunjukkan ketahanan dan utilitas global USDT.
S&P mencatat bahwa bitcoin kini merepresentasikan 5,6% dari cadangan USDT, lebih besar dari cadangan ekstra 3,9%, sehingga jika harga bitcoin turun tajam, cadangan bisa kurang dari nilai token yang beredar.
Cadangan USDT juga mencakup emas, obligasi korporasi, pinjaman terjamin, dan aset lain yang memiliki risiko kredit serta risiko pasar berbeda-beda.
Badan pemeringkat kredit tersebut kembali menekankan kekhawatiran atas kurangnya laporan detail, mengenai nilai aset-aset yang menjadi cadangan dan kesehatan lembaga penyimpannya.
Menurut S&P, penurunan harga bitcoin yang disertai melemahnya nilai aset berisiko lainnya, berpotensi menggerus cadangan USDT dan membuat stablecoin ini tidak lagi sepenuhnya terjamin.
Saat ini, USDT merupakan stablecoin terbesar di pasar dengan kapitalisasi lebih dari US$180 miliar dan memegang peranan penting di ekosistem kripto global, terutama di negara berkembang yang aksesnya terhadap dolar terbatas.
Meski berbagai isu mengenai stabilitas cadangan Tether muncul selama bertahun-tahun, harga USDT tetap stabil pada nilai patokannya, hal yang juga diakui oleh S&P.
Berdasarkan pengungkapan terbaru, 77% cadangan USDT terdiri atas surat utang pemerintah AS dan aset sejenis kas.
Meski Tether menyatakan akan menghapus pinjaman terjamin dari cadangan pada akhir 2023, aset tersebut masih mencapai 8% atau lebih dari US$14 miliar per September 2025, menurut laporan BDO Italy.
Undang-undang stablecoin AS yang berlaku tahun ini, GENIUS Act, mewajibkan penerbit stablecoin untuk menjamin token secara 1:1 menggunakan obligasi pemerintah AS jangka pendek dan aset likuid seperti money market fund dan repo.