G7 desak minta perang AS-Iran direndam demi ekonomi global

Jumat, 17 April 2026

image

NEW YORK - Para menteri keuangan negara-negara G7 sepakat bahwa pembatasan dampak ekonomi global dari perang di Timur Tengah menjadi hal yang mendesak, sekaligus menegaskan kembali pentingnya mendorong perdamaian jangka panjang.

Kesepakatan itu disampaikan dalam pernyataan resmi Prancis selaku presidensi G7 tahun ini, usai pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di sela-sela forum International Monetary Fund dan World Bank di Washington. 

Seperti dikutip Reuters, konflik di Timur Tengah menjadi isu utama yang dibahas, selain dukungan berkelanjutan untuk Ukraina dan upaya mengurangi ketergantungan pada China untuk pasokan mineral penting.

G7 menekankan bahwa koordinasi antaranggota sangat krusial untuk meredam dampak ekonomi dan energi akibat krisis, termasuk efek terhadap negara-negara paling rentan.

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure menyatakan negara-negara G7 harus siap mengambil langkah untuk menekan risiko inflasi dan gangguan pasokan energi. 

Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah pelepasan cadangan minyak strategis dalam jumlah besar, didukung oleh International Energy Agency, guna mengimbangi terganggunya pasokan melalui Selat Hormuz.

Ia menambahkan bahwa situasi akan terus dipantau, dan tindakan lanjutan akan diambil jika diperlukan. 

G7 juga menegaskan pentingnya kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, serta menolak adanya biaya transit yang dikenakan Iran terhadap kapal internasional.

Selain itu, G7 berkomitmen melanjutkan dukungan bagi Ukraina, termasuk membantu menghadapi musim dingin mendatang setelah infrastruktur energinya terdampak serangan Rusia.

Gubernur Bank Sentral Prancis Francois Villeroy de Galhau menyatakan bank sentral G7 siap bertindak untuk mencegah lonjakan harga energi dan komoditas berubah menjadi inflasi yang lebih luas, meski keputusan akan tetap berbasis data.

Di sisi lain, G7 juga mempercepat pembahasan pengembangan rantai pasok alternatif untuk mineral penting guna mengurangi dominasi China, dengan rencana langkah konkret yang akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan para pemimpin G7 pada Juni mendatang. (DK)