BlackRock ingatkan risiko volatilitas, minta investor sebar hedge fund
Jumat, 17 April 2026

WASHINGTON - Perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, BlackRock, mendorong investor untuk menyebar eksposur mereka ke berbagai strategi hedge fund di tengah meningkatnya volatilitas pasar global.
Dalam laporan “Spring Hedge Fund Outlook”, tim hedge fund BlackRock menyebut bahwa gangguan yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan ketegangan geopolitik membuat pergerakan pasar semakin cepat, sehingga menciptakan kondisi di mana ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan dalam waktu berbeda.
Seperti dikutip Reuters, BlackRock menilai investor perlu memahami dengan jelas faktor utama yang mendorong imbal hasil hedge fund serta potensi risiko korelasi dalam portofolio mereka.
Perusahaan itu juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap penggunaan leverage dan eksposur yang saling tumpang tindih, terutama di platform multi-strategi yang semakin berkembang.
Menurut BlackRock, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa konsentrasi posisi (crowding) dapat memperbesar volatilitas dan meningkatkan risiko pembalikan harga secara tiba-tiba.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah dana hedge fund yang mengandalkan strategi serupa.
Data dari sejumlah prime broker Wall Street menunjukkan hedge fund global mengalami penurunan bulanan terburuk dalam lebih dari empat tahun pada bulan lalu, dipicu oleh volatilitas akibat konflik Iran yang menekan pasar saham dan obligasi.
Beberapa strategi investasi juga mengalami tekanan pada kuartal pertama, setelah sebelumnya mencatat kinerja kuat pada 2025.
Investor kemudian merespons kondisi ini dengan mengurangi risiko, termasuk menjual saham selama empat bulan berturut-turut dengan laju tercepat dalam 13 tahun menurut riset Goldman Sachs.
BlackRock juga menilai aset yang biasanya dianggap sebagai aset aman, seperti obligasi jangka panjang dan emas, tidak lagi berfungsi optimal tahun ini.
Imbal hasil obligasi naik tajam seiring kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak, sementara emas digunakan untuk menutupi kerugian di aset lain.
Sejak dimulainya perang, imbal hasil obligasi pemerintah meningkat dan pasar emas ikut berfluktuasi seiring perubahan sentimen investor.
BlackRock menegaskan bahwa semakin beragamnya pergerakan pasar membuka peluang lebih besar bagi hedge fund yang mampu menghasilkan imbal hasil tidak berkorelasi dengan arah pasar utama. (DK)