Goldman Sachs: Hedge Fund melonjak, catat rekor tertinggi sejak 2016
Jumat, 17 April 2026

NEW YORK - Hedge fund diperkirakan mencatat kinerja bulanan terbaik dalam lebih dari satu dekade, setelah berhasil bangkit dari tekanan pasar pada Maret yang dipicu konflik Iran, menurut laporan terbaru Goldman Sachs.
Manajer investasi yang mengandalkan strategi long-short saham membukukan kenaikan 7,7% hingga penutupan Selasa pekan ini.
Seperti dikutip Reuters, Goldman menyebut capaian tersebut sebagai kinerja bulanan terbaik sejak mulai melacak data pada 2016.
Secara year-to-date, dana berbasis strategi long-short saham mencatat kenaikan sekitar 6,7%, dengan manajer yang fokus pada Asia dan China memimpin.
Strategi long meraih untung saat harga aset naik, sementara posisi short menghasilkan profit ketika harga turun.
Secara keseluruhan, hedge fund di berbagai strategi mencatat kenaikan rata-rata 1,6% pada kuartal pertama, setelah sempat turun 1,8% pada Maret akibat gejolak pasar yang menekan para trader makro.
Pada periode tersebut, dana long-short ekuitas yang berinvestasi lintas sektor mendapat arus masuk dana terbesar sejak 2022, didorong optimisme investor meski pasar sempat bergejolak.
Selama Maret, kerugian hedge fund tercatat hanya sekitar 35% dari portofolio acuan dengan komposisi 60% saham dan 40% obligasi, menunjukkan ketahanan relatif terhadap tekanan pasar.
Di sisi lain, perbedaan kinerja antar hedge fund meningkat ke level tertinggi dalam tiga tahun, mencerminkan kesenjangan yang makin lebar antara dana yang untung dan yang merugi di tengah volatilitas tinggi.
Pada tahun lalu, strategi long-short ekuitas berhasil menghasilkan “alpha” atau keuntungan dari keunggulan strategi, bukan sekadar mengikuti pergerakan pasar.
Dana market neutral mencatat kenaikan 10,3%, sementara sektor kesehatan melonjak 33,6% dan Asia naik 28,1%. (DK)