Deutsche Bank: The Fed diprediksi tahan suku bunga hingga 2026
Jumat, 17 April 2026

JAKARTA - Deutsche Bank memperkirakan bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga tetap pada 2026.
Proyeksi ini didasari oleh risiko inflasi yang masih tinggi akibat kenaikan harga minyak terkait konflik di Timur Tengah, pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, serta pasar tenaga kerja yang masih ketat sehingga ruang untuk penurunan suku bunga menjadi terbatas.
Sebelumnya, bank tersebut masih memperkirakan adanya penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, mengutip dari Reuters.
Menurut para ahli strategi Deutsche Bank dalam catatan pada hari Kamis, penurunan suku bunga hanya akan mungkin terjadi jika ada pelemahan yang jelas di pasar tenaga kerja disertai inflasi yang menurun.
Namun, sejumlah lembaga seperti J.P. Morgan dan HSBC kini telah menyingkirkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed tahun ini, sementara Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan BofA Global Research masih memperkirakan dua kali penurunan suku bunga mulai September.
Beberapa pejabat The Fed juga menyatakan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah menambah tekanan inflasi, sementara ketidakpastian yang meningkat membuat arah kebijakan suku bunga semakin sulit dipastikan.
Dalam pertemuan kebijakan pertengahan Maret, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75% dan masih memproyeksikan satu kali pelonggaran di akhir tahun. Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 28–29 April.
Data pasar uang dari LSEG menunjukkan probabilitas hampir 69% bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga hingga akhir 2026.
Deutsche Bank juga menyebut bahwa meskipun kenaikan suku bunga tahun ini tidak sepenuhnya mustahil, skenario tersebut tidak diharapkan terjadi pada 2026. (DK)