Laba bersih RISE melonjak 496%, pendapatan ditopang pihak berelasi?
Jumat, 17 April 2026

JAKARTA - PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mencatatkan laba bersih melonjak 495,5% secara tahunan, atau nyaris 6 kali lipat, menjadi sebesar Rp97,16 miliar pada kuartal I 2026.
Berdasarkan laporan keuangan interim per Jumat (17/4), lonjakan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan yang mencapai Rp173,1 miliar, naik 36,2% secara tahunan.
Segmen real estat masih mendominasi pendapatan RISE pada periode ini dengan raihan Rp117,4 miliar, diikuti segmen hotel Rp39,75 miliar dan segmen perkantoran Rp15,95 miliar.
Namun, jika ditilik lebih lanjut, 64,05% pendapatan RISE dihasilkan dari pihak berelasi, termasuk penjualan tanah, unit kantor, dan apartemen, serta pendapatan sewa.
Sementara itu, pendapatan dari pihak ketiga hanya menyumbang 35,95% pendapatan per kuartal I 2026. Sebagai catatan, pada kuartal I tahun lalu, pihak ketiga menyumbang hingga 99% pendapatan RISE.
Di sisi lain, meski pendapatan naik, beban pokok justru terpangkas 8,5% menjadi hanya Rp70,44 miliar. Efisiensi di berbagai pos beban juga semakin mendorong kinerja laba yang positif di awal tahun.
Hingga kuartal I 2026, total aset RISE tercatat sebesar Rp4,16 triliun, dengan jumlah liabilitas Rp775,71 miliar.
Persediaan aset real estat tercatat senilai Rp1,06 triliun, dengan aset tanah dan bangunan siap jual senilai Rp921,9 miliar, termasuk The 100 Residence, Voya, Kyo Society, serta Tritan Point yang tersebar di Bandung dan Medan.
Selain itu, Ruko Aegis Avenue dan kawasan Ngoro juga masih tercatat menjadi bagian dari portofolio utama perusahaan.
Adapun aset dalam tahap pengembangan di Ubud dan Setiabudi, Bali, membukukan nilai sebesar Rp105,5 miliar, turun 4,6% dari Rp110,6 miliar menyusul rampungnya proyek Jumana.
Sementara itu, bangunan dalam proses penyelesaian tercatat sebesar Rp36,4 triliun, terdiri dari sejumlah proyek seperti Setiabudi, Bali, dan Vasa Suite.
Sejak awal 2026, harga saham RISE telah merosot 67,57% menjadi Rp1.950 per lembar. Dalam satu bulan terakhir, saham ini juga melemah 5,34%.
Namun, pada perdagangan sesi kedua hari ini, Jumat (17/4) hingga pukul 14.37 WIB, saham tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,09%. (DK/ZH)