IHSG naik 0,17% jelang batas gencatan senjata AS dan Iran
Jumat, 17 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini di zona hijau, dengan penguatan tipis 0,17% di 7.634 pada Jumat (17/4).
Total nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp15,97 triliun, serta melibatkan perdagangan 41 miliar lembar saham.
Sebanyak 323 saham mencatat kenaikan harga, sementara 337 saham melemah dan 160 saham stagnan.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG mendapat dukungan dari aksi korporasi emiten, serta penurunan harga minyak mentah.
Hingga pukul 17.00 WIB, harga minyak brent turun 3,25% ke US$96,16 per barel menurut data Bloomberg. Sedangkan harga minyak WTI turun 4,14% ke US$90,77 per barel.
Di samping itu, analis Phintraco menyebut fokus investor saat ini mengarah pada periode gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang akan berakhir dalam beberapa hari lagi.
“Investor global juga menantikan apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru akan terjadi kembali eskalasi konflik yang lebih luas,” kata analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor sore ini.
Saham-saham properti memimpin kinerja indeks sektoral, membuat IDXPROPERT paling unggul dengan kenaikan 1,98%.
Dua saham dengan kapitalisasi terbesar dari sektor ini, yang mencatat kenaikan yaitu PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar 1,42% dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) 24,61%.
Indeks saham lain di kawasan emerging market Asia mencatatkan kinerja beragam. NIFTY India menguat 0,70% dan FBM KLCI naik 0,33%. Sedangkan PSEi Filipina turun 1,06% dan Hang Seng turun 0,89%.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah mencatat kinerja terburuk di antara negara emerging market Asia, dengan penurunan 0,29% ke Rp17.188 per dolar AS. Pada perdagangan intraday hari ini, rupiah sempat menyentuh rekor terendah sepanjang masa di Rp17.194 per dolar AS. (KR)