DEWA akui tengah pertimbangkan IPO Gayo Mineral Resources
Sabtu, 18 April 2026

JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten jasa pertambangan terafiliasi Grup Bakrie, mengungkap potensi PT Gayo Mineral Resources untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal.
Mukson Arif Rosyadi, Direktur dan Corporate Secretary DEWA, mengakui bahwa pengembangan kegiatan usaha GMR membutuhkan investasi yang besar, sehingga Perseroan mulai mempertimbangkan kebutuhan pendanaan eksternal.
“Salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam sumber pendanaan adalah penawaran umum perdana (IPO) saham, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tulis Mukson dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (17/4).
GMR sendiri adalah perusahaan tambang emas dan mineral di Aceh yang baru diakuisisi DEWA pada 2025. GMR kini masih dalam tahap eksplorasi, dan tengah mengembangkan tambang tembaga bawah tanah dan tambang emas.
Meskipun belum beroperasi secara komersial, IDNFinancials.com melaporkan bahwa pengakuan negative goodwill dari akuisisi GMR sebesar Rp4,5 triliun mendongkrak laba bersih DEWA pada 2025 naik hingga 78 kali lipat secara tahunan.
Mengutip Bisnis Indonesia, Direktur DEWA Ricardo Silaen sempat menuturkan target rampungnya eksplorasi GMR pada tahun 2027. Setelah cadangan dan pendanaan terkonfirmasi, DEWA menargetkan GMR dapat beroperasi komersial pada 2029 mendatang.
“Pengembangan GMR ke tahap komersial merupakan rencana strategis jangka panjang Perseroan yang saat ini sedang dikaji secara internal, termasuk mengenai besaran investasi dan sumber pendanaan,” tambah Mukson.
Mukson menambahkan bahwa Perseroan masih mengeksplor sejumlah opsi sumber pendanaan yang ada, yang termasuk namun tidak terbatas pada IPO.
Setelah kabar mengenai potensi IPO GMR mencuat pada Jumat (10/4) pekan lalu, harga saham DEWA tampak menguat 10% dalam lima hari perdagangan terakhir, ditutup di level Rp550 pada Jumat (17/4).
Dalam sebulan terakhir, harga sahamnya juga telah melonjak 39,59%, namun merosot 26,67% sejak awal tahun. (ZH)