Trump ancam pecat Powell, konflik The Fed memanas

Sabtu, 18 April 2026

image

WASHINGTON - Presiden Donald Trump menyatakan akan memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell jika tetap bertahan setelah masa jabatannya berakhir bulan depan.

Dalam wawancara dengan Fox Business, Trump mengatakan bahwa ia tidak akan ragu mengambil langkah tersebut apabila Powell tidak mundur dari posisinya di bank sentral AS.

Seperti dikutip CNN, Situasi ini semakin rumit karena adanya penyelidikan kriminal oleh Departemen Kehakiman terhadap Powell. 

Ia dituduh memberikan keterangan yang tidak akurat kepada Kongres terkait proyek renovasi kantor pusat The Fed di Washington yang nilainya membengkak hingga miliaran dolar. 

Isu ini menjadi salah satu fokus kritik pemerintahan Trump terhadap kepemimpinan Powell.

Trump sebelumnya telah mencalonkan mantan gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai pengganti Powell. 

Namun, proses konfirmasi di Senat masih tertahan, terutama karena penolakan Senator Thom Tillis yang menunggu hasil penyelidikan terhadap Powell.

Ketidakpastian ini membuka kemungkinan Powell tetap menjabat sementara (pro tempore) jika Warsh belum dikonfirmasi hingga masa jabatan berakhir pada 15 Mei. 

Powell sendiri menyatakan hal tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, pemerintahan Trump tetap mendukung penyelidikan yang sedang berlangsung, meski berpotensi memperlambat proses pergantian pimpinan The Fed dan memicu konflik hukum.

Ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral ini menimbulkan kekhawatiran terhadap independensi The Fed, di tengah tekanan politik yang semakin kuat terhadap kebijakan moneter.

Trump kembali melontarkan kritik keras, menyebut Powell tidak kompeten dan mempertanyakan lonjakan biaya proyek renovasi yang dinilai tidak wajar. 

Di sisi lain, pihak The Fed menyatakan pembengkakan biaya disebabkan kondisi tak terduga seperti kontaminasi tanah, keberadaan asbes, dan faktor teknis lainnya. (DK)