Anak usaha AEP Plantations asal Inggris buka rencana IPO di Indonesia

Sabtu, 18 April 2026

image

JAKARTA – AEP Plantations Plc., produsen minyak sawit asal Inggris, berencana membawa anak usahanya, PT AEP Nusantara Plantations (AEP Nusa) melantai di Bursa Efek Indonesia pada tengah tahun 2026.

Berdasarkan keterangan resmi dari London Stock Exchange, Kamis (16/4), AEP memiliki wilayah operasional di Indonesia dan Malaysia. Lahan perkebunan tersebut dikelola melalui 13 anak usahanya.

Salah satunya adalah AEP Nusa – dulu disebut PT Sawit Graha Manunggal – beserta anak usahanya, PT Kahayan Agro Plantation (KAP), yang difokuskan untuk mengelola total 19.000 hektare (Ha) lahan tertanam di Kalimantan Tengah.

Namun, mengacu pada laman resmi AEP, AEP Nusa sendiri menguasai lahan hingga 17.467 Ha, dengan satu pabrik kelapa sawit (PKS) di Barito Timur, Kalimantan Tengah, berkapasitas 90 ton/jam.

Sementara, itu KAP memiliki luas wilayah perkebunan hingga 11.385 Ha di Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Dewan Direksi AEP meyakini bahwa membawa AEP Nusa menjadi perusahaan tercatat di BEI akan menciptakan entitas yang dapat membantu ekspansi perkebunan dengan efisien.

“Selain itu, langkah ini akan menyelaraskan AEP Nusa dengan jejak operasionalnya, sekaligus memperluas basis investornya,” tulis manajemen AEP lebih lanjut.

AEP Nusa sendiri diproyeksikan akan melepas 15% sahamnya ke publik – sejalan dengan ketentuan free float baru yang dikeluarkan otoritas pasar modal.

Dana yang diraup dari aksi korporasi ini kemudian akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex), “termasuk pengembangan infrastruktur KAP dan satu pabrik kelapa sawit baru.”

Mengutip laman resmi AEP, pembangunan PKS KAP akan memangkas biaya logistik, karena hingga tahun 2023, KAP masih harus mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) ke PKS milik SGM sejauh 600 km.

Pada tahun yang sama, AEP merencanakan pembangunan PKS berkapasitas 45 ton/jam yang dijadwalkan akan dimulai pada semester I 2024, dengan biaya investasi hingga US$15,3 juta.

Namun, hingga kini, belum terdapat kabar terbaru proses pembangunan PKS tersebut, dan peta wilayah kerja KAP per tahun 2024 pun belum mencantumkan lokasi PKS.

Di sisi lain, meski rencana IPO tampak sudah matang, AEP Nusa sendiri masih harus menunggu persetujuan dari regulator pasar modal Indonesia mengenai rencana IPO ini, termasuk OJK dan BEI.

“Pengumuman lebih lanjut akan disampaikan pada waktu yang tepat,” tutup manajemen AEP. (ZH)