The Fed peringatkan bank-bank besar agar tidak lawan Basel III
Minggu, 19 April 2026

WASHINGTON – Wakil Ketua Pengawasan Federal Reserve (The Fed) AS, Michelle Bowman, telah memperingatkan para eksekutif bank besar bahwa ia tidak mengharapkan industri untuk kembali melakukan penolakan agresif demi memenangkan keringanan modal lebih lanjut.
Hal ini diungkapkan oleh tiga sumber yang mengetahui komunikasi tersebut, seperti dikutip Reuters (17/04).
Bulan lalu, The Fed mengungkap rancangan aturan "Basel III" dan biaya tambahan GSIB (GSIB surcharge) baru yang telah dilonggarkan.
Bank sentral memperkirakan aturan ini akan mengurangi tingkat modal di bank-bank besar AS sekitar 4,8%. Penurunan ini merupakan kemenangan bagi industri yang sebelumnya berjuang keras melemahkan rencana awal The Fed tahun 2023 yang menargetkan lonjakan modal hingga 20%.
Manfaat dari pelonggaran ini nyatanya didistribusikan secara tidak merata, sehingga tidak semua pihak merasa puas.
Dalam sebuah kejutan, bank terbesar di AS, JPMorgan, menyatakan pada hari Selasa bahwa tingkat modal mereka justru akan meningkat sekitar 4% di bawah rencana tersebut.
Dalam surat tahunan pemegang sahamnya bulan ini, CEO JPMorgan, Jamie Dimon, menyebut proposal tersebut masih "sangat cacat" dan aspek-aspek di dalamnya "tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika" (un-American).
Eksekutif bank besar lainnya menyatakan pada minggu ini bahwa industri kemungkinan akan mencari sejumlah perubahan dan memberikan umpan balik kepada The Fed selama masa komentar resmi 90 hari.
Bank-bank Besar Kampanye MelawanSebelumnya, bank-bank besar memerangi rencana modal tahun 2023 dengan kampanye yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mencakup lobi ke anggota parlemen, pemasangan papan reklame di area District of Columbia, iklan komersial di jam tayang utama, hingga ancaman tuntutan hukum.
Mereka berpendapat bahwa aturan tersebut akan menghambat pinjaman dan membahayakan perekonomian. Rencana awal tersebut dipimpin oleh pendahulu Bowman dari Partai Demokrat, Michael Barr.
Menurut ketiga sumber tersebut, Bowman dan pejabat The Fed lainnya telah menyampaikan dalam pertemuan dengan eksekutif bank beberapa minggu terakhir bahwa mereka telah bekerja keras untuk mengatasi keluhan industri.
Oleh karena itu, mereka tidak berharap bank kembali menggunakan taktik agresif seperti saat melawan proposal 2023. Dua orang sumber menyatakan bahwa pejabat The Fed meminta agar komentar industri, yang tenggat waktunya jatuh pada pertengahan Juni, dibatasi dan spesifik. Juru bicara The Fed menolak untuk berkomentar terkait hal ini.
Pesan The Fed ini menimbulkan tantangan bagi JPMorgan dan pemberi pinjaman lainnya yang merasa dirugikan atau mendapat keuntungan lebih sedikit dibandingkan rekan-rekan mereka, dan kini memiliki kesempatan terbatas untuk mengunci perubahan yang menguntungkan.
Hal ini juga menggarisbawahi keinginan Bowman untuk segera memfinalisasi aturan tersebut setelah pertempuran sengit bertahun-tahun yang menjadi noda memalukan bagi Ketua The Fed Jerome Powell dan Barr.
Berbicara pada konferensi Institute of International Finance di Washington minggu ini, Bowman mengisyaratkan keinginannya untuk bergerak cepat. Ia menyatakan akan menerima umpan balik, namun tetap berharap dapat memfinalisasi aturan tersebut tahun ini.
"Saya yakin tidak semuanya akan positif, tetapi harapan saya adalah kita telah mencapai keseimbangan yang tepat, saya pikir ini adalah proposal yang sangat moderat dan masuk akal," tegas Bowman.
Pemilihan Paruh Waktu NovemberMeskipun para kritikus memperingatkan bahwa aturan modal yang lebih longgar dapat menciptakan bahaya bagi sistem keuangan, Bowman yang merupakan pejabat yang ditunjuk oleh Presiden Donald Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi justru akan memperkuat stabilitas keuangan, dan perubahan tersebut akan lebih sensitif terhadap risiko nyata.
Sementara para pejabat ingin segera menyudahi perselisihan Basel, pemilihan paruh waktu (midterms) bulan November menjadi alasan lain untuk bergerak cepat.
Pemilihan tersebut dapat menyerahkan satu atau kedua kamar Kongres ke tangan Partai Demokrat, yang berpotensi meningkatkan pengawasan terhadap proposal yang disindir oleh sejumlah pihak sebagai "hadiah" bagi Wall Street.
Di sisi lain, memberikan kemenangan lebih lanjut bagi bank juga berisiko mengasingkan dua gubernur Demokrat di dewan The Fed, yakni Lisa Cook dan Wakil Ketua Philip Jefferson, yang sebelumnya memberikan suara untuk proposal Bowman. Barr, yang mundur dari pos Pengawasan tahun lalu namun tetap berada di dewan, tercatat tidak setuju (dissented) dengan proposal tersebut.
Dengan mayoritas dari Partai Republik di dewan, Bowman sejatinya tidak memerlukan suara kubu Demokrat. Namun, bank sentral secara historis selalu berupaya untuk mencapai kesepakatan bersama. "Kami bekerja sangat keras untuk memiliki konsensus sebanyak mungkin," kata Bowman di konferensi tersebut. (SF)