Trader bertaruh US$760 juta terkait situasi Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026

image

LONDON – Investor memasang taruhan senilai sekitar US$760 juta atas jatuhnya harga minyak sekitar 20 menit sebelum menteri luar negeri Iran mengumumkan pada hari Jumat bahwa Selat Hormuz telah dibuka, sebuah taruhan besar lainnya pada komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia menjelang pengumuman besar di tengah jalannya perang Timur Tengah.

Seperti dikutip Reuters (17/04/2026), perdagangan besar dengan waktu yang tepat dalam beberapa bulan terakhir ini telah menarik kekhawatiran dari anggota parlemen AS dan pakar hukum bahwa keputusan seputar perang dan diplomasi dapat memberi beberapa pedagang (trader) keuntungan di pasar derivatif yang bergejolak dan buram.

Menurut data LSEG, antara pukul 12.24 GMT dan 12.25 GMT, para investor menjual gabungan 7.990 lot minyak mentah berjangka Brent, menurut data LSEG.

Berdasarkan harga pada saat itu, perdagangan ini bernilai sekitar US$760 juta.

Pada pukul 12.45 GMT, Menteri Luar Negeri Iran mengunggah di X bahwa jalur untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon.

Pengumuman tersebut mendorong harga minyak mentah turun hingga 11% pada hari itu di menit-menit berikutnya.

Reuters melaporkan bahwa pada tanggal 7 April, taruhan senilai sekitar US$950 juta terjadi hanya beberapa jam sebelum AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.

Pada 23 Maret, investor menjual US$500 juta dalam 15 menit sebelum pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa ia akan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang memicu penurunan harga minyak mentah sebesar 15%.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (U.S. Commodity Futures Trading Commission) sedang menyelidiki serangkaian perdagangan minyak berjangka, termasuk yang terjadi pada 23 Maret dan 7 April, yang dipasang sesaat sebelum pergeseran kebijakan besar oleh Trump terkait perang di Iran, ungkap seseorang yang mengetahui masalah tersebut pada hari Rabu. (SF)

Terkait:

1. Selat Hormuz tutup lagi, Trump: Iran tak bisa peras Amerika

 

2. Iran tembaki tanker di Hormuz, Mojtaba Khamenei kirim pesan keras