IEA: Pemulihan output energi Timur Tengah butuh dua tahun

Senin, 20 April 2026

image

ZURICH – Akan memakan waktu sekitar dua tahun untuk memulihkan hilangnya output (keluaran) energi di Timur Tengah akibat konflik di sana. Hal tersebut diungkapkan oleh Fatih Birol, Kepala Badan Energi Internasional (IEA), pada hari Jumat dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Neue Zuercher Zeitung.

Seperti dikutip Reuters (17/04/2026), "Hal itu akan bervariasi dari satu negara ke negara lain. Di Irak, misalnya, akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama daripada di Arab Saudi. Namun, kami memperkirakan secara keseluruhan akan memakan waktu sekitar dua tahun untuk mencapai tingkat sebelum perang lagi," kata Birol kepada surat kabar Swiss tersebut.

Birol menambahkan bahwa pasar meremehkan konsekuensi dari penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan. Pengiriman minyak dan gas yang sudah dalam perjalanan ke tujuan mereka sebelum perang di Iran dimulai kini telah tiba, yang mengurangi dampak kekurangan pasokan, katanya.

"Namun tidak ada kapal tanker baru yang dimuat pada bulan Maret. Tidak ada pengiriman baru minyak, gas, atau bahan bakar ke pasar Asia. Kesenjangan ini sekarang mulai terlihat. Jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali, kita harus bersiap untuk harga energi yang jauh lebih tinggi."

Saat ditanya apakah IEA dapat melakukan pelepasan cadangan minyak darurat lagi setelah langkahnya pada bulan Maret, Birol mengatakan badan tersebut siap untuk bertindak segera dan tegas.

"Kami belum sampai pada tahap itu, tetapi hal tersebut pastinya sedang dipertimbangkan," ujar Birol. (SF)