Negosiasi lanjutan Iran-AS dan suku bunga jadi penentu IHSG
Senin, 20 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguji sejumlah sentimen dari pasar global hingga domestik, terutama setelah tensi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat akhir pekan lalu.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut indeks Wall Street pada pekan lalu ditutup menguat, setelah Iran mengumumkan Selat Hormuz terbuka sepenuhnya selama gencatan senjata.
Pengumuman itu turut mendorong harga minyak mentah turun signifikan hingga ke kisaran US$83 per barel, meskipun AS tetap bersiteguh dengan aksi blokade di jalur vital bagi perdagangan energi global tersebut.
“Potensi kesepakatan antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang, masih akan mendominasi pergerakan pasar dan prospek ekonomi global,” tulis analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor, pada Senin (20/4) hari ini.
Analis Phintraco memperkirakan IHSG pekan ini akan menguji level 7.700-7.720, didukung koreksi harga minyak dan aksi korporasi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI).
Sementara analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai IHSG tetap menghadapi sejumlah sentimen negatif. Mulai dari aksi jual investor asing, pelemahan rupiah terhadap dolar AS, dan tingginya ketidakpastian konflik di Timur Tengah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.570/7.505 dan resist 7.700/7.760,” ungkap riset divisi ritel CGS International.
Di pasar komoditas global, harga minyak mentah WTI di pasar berjangka kembali melesat 7,38% ke US$90,04 per barel menurut data Bloomberg, pada pembukaan sesi Asia. Sedangkan kontrak berjangka minyak brent naik 5,95% ke US$95,76 barel.
Indeks saham KOSPI Korea mengawali perdagangan pekan ini di zona hijau, dengan penguatan 1,17% hingga pukul 8.16 WIB. Sementara indeks Nikkei 255 Jepang naik tipis 0,88%. (KR)