Rekor baru penambang bitcoin, jual 32.000 BTC sejak awal 2026
Senin, 20 April 2026

NEW YORK – Penambang Bitcoin publik melepas lebih dari 32.000 BTC selama kuartal pertama tahun 2026, sebuah rekor industri baru.
Seperti dikutip finance.yahoo.com (17/04/2026), gelombang likuidasi ini melampaui penjualan bersih setahun penuh pada 2025. Jumlah ini juga melebihi sekitar 20.000 BTC yang dilepas selama keruntuhan Terra-Luna pada kuartal kedua 2022.
Menurut TheEnergyMag, para penjual mencakup para pemimpin industri utama seperti MARA Holdings, CleanSpark, Riot Platforms, Cango, Core Scientific, dan Bitdeer. BeInCrypto sebelumnya melaporkan bahwa Riot Platforms menjual 3.778 BTC pada kuartal pertama 2026, menghasilkan hampir US$289,5 juta.
Core Scientific melikuidasi sekitar 1.900 BTC senilai kira-kira US$175 juta pada bulan Januari saja. Cango menjual 2.000 BTC pada bulan Maret dengan harga sekitar US$143 juta.
Perusahaan tersebut menggunakan hasil penjualan untuk melunasi pinjaman yang didukung Bitcoin. MARA juga melepas 15.133 BTC dengan harga sekitar US$1,1 miliar pada bulan Maret.
CleanSpark menjual sekitar 159 dari 573 BTC yang ditambangnya pada bulan Januari untuk mendukung operasinya. Pada bulan Februari, penambang yang terdaftar di Nasdaq tersebut memproduksi 568 BTC dan melikuidasi 553 BTC.
Aktivitas kuartal pertama 2026 ini menandai pembalikan tajam dari tahun lalu. Penambang publik menambahkan bersih 17.593 BTC pada tahun 2024. Gabungan perbendaharaan (treasuries) mereka mencapai lebih dari 100.000 BTC.
"Penambang bitcoin publik telah melikuidasi cadangan BTC mereka dengan kecepatan yang tidak terlihat sejak kedalaman pasar bearish kripto terakhir, saat kemerosotan berkepanjangan dalam ekonomi penambangan mendorong operator ke mode bertahan hidup," bunyi blog tersebut.
Margin yang tertekan, kewajiban utang yang berat, dan peralihan menuju infrastruktur kecerdasan buatan (AI) adalah faktor-faktor utama di balik pergeseran ini.
TheEnergyMag mencatat bahwa hashprice telah tertahan di kisaran rendah US$30 per petahash per detik, mendekati titik terendah sepanjang masa. Metrik ini melacak perkiraan pendapatan penambangan per unit daya komputasi.
Kesulitan jaringan (network difficulty) saat ini berada sekitar 10 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat pada tahun 2021. Halving pada April 2024 juga memotong imbalan blok menjadi setengahnya.
"Akibatnya, profitabilitas penambangan telah tertekan dalam skala yang sangat besar, yang membantu menjelaskan gelombang aksi jual baru-baru ini," bunyi blog tersebut.
Rekor aksi jual ini menandai momen yang menentukan bagi sektor penambangan publik.
Kecuali jika hashprice bangkit kembali atau harga BTC menguat tajam untuk mengimbangi margin yang tertekan, rekor likuidasi pada kuartal pertama ini mungkin terbukti menjadi babak pembuka dari perombakan (shakeout) industri yang lebih luas, alih-alih kejadian yang hanya terjadi satu kali. (SF)