Peretasan besar di dunia kripto picu contagion shock di ekosistem DeFi

Senin, 20 April 2026

image

JAKARTA - Peretasan besar di sektor decentralized finance (DeFi) terjadi pada Sabtu setelah pelaku mengeksploitasi cross-chain bridge dan menguras hampir US$300 juta, memicu gangguan di sejumlah platform kripto.

Dikutip bloomberg, sebanyak 116.500 rsETH, token restaking milik Kelp DAO ditarik dari sistem setelah penyerang membobol bridge berbasis LayerZero. Nilai kerugian diperkirakan mencapai US$293 juta dan menjadi kasus peretasan DeFi terbesar sepanjang 2026.

“Kami mengidentifikasi aktivitas lintas rantai yang mencurigakan yang melibatkan rsETH,” kata Kelp DAO dalam sebuah unggahan di X. “Kami telah menangguhkan kontrak rsETH di seluruh mainnet dan beberapa L2 sementara kami melakukan penyelidikan.”

Model bisnis Kelp DAO memungkinkan pengguna menukar token staking seperti stETH atau cbETH dengan rsETH, yang kemudian dipakai di berbagai aplikasi DeFi sambil tetap menghasilkan imbal hasil. Penyebaran luas aset ini membuat dampak insiden cepat meluas.

Firma keamanan Cyvers menyebut peretasan ini langsung berkembang menjadi krisis lintas protokol. “Ini bukan sekadar celah keamanan protokol, tetapi langsung menjadi peristiwa penularan lintas protokol,” kata mereka, dengan sedikitnya sembilan platform ikut terdampak.

Keterkaitan antarprotokol dalam DeFi memperbesar risiko. Aset yang sama sering digunakan sebagai jaminan pinjaman atau likuiditas di berbagai layanan. Ketika nilainya terganggu, tekanan langsung menjalar ke sistem lain.

“Insiden seperti inilah yang menyoroti risiko sistem yang saling terhubung di DeFi,” kata CEO Cyvers, Deddy Lavid. “Tantangannya bukan lagi hanya mencegah eksploitasi di tingkat kontrak, tetapi memahami seberapa cepat eksploitasi tersebut dapat menyebar ke seluruh protokol terintegrasi.”

Sebagai langkah mitigasi, Aave menghentikan sementara pasar terkait rsETH. “Pembekuan pasar rsETH mencegah deposit baru dan pinjaman dengan jaminan rsETH sementara situasi sedang dinilai,” kata platform tersebut. Token Aave tercatat turun sekitar 20% dalam perdagangan Asia pada Minggu.

Menurut Cyvers, potensi kerugian tambahan berhasil dicegah di menit-menit akhir. Chief Technology Officer Meir Dolev mengatakan sistem hanya “hanya tiga menit lagi dari kehilangan tambahan 100 juta dolar,” sebelum upaya lanjutan pelaku diblokir.

Peretasan ini melampaui insiden sebelumnya pada proyek Drift berbasis Solana dan menambah tekanan pada sektor DeFi yang tengah menghadapi sorotan terkait risiko keterhubungan sistem.(DH)