PM Kanada Carney: Ketergantungan kepada Amerika jadi kelemahan

Senin, 20 April 2026

image

JAKARTA - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menilai hubungan ekonomi erat dengan Amerika Serikat kini menjadi kerentanan yang perlu diperbaiki, setelah puluhan tahun integrasi perdagangan antara kedua negara.

Dikutip Aljazeera, dalam pernyataan video berdurasi 10 menit pada Minggu, Carney menegaskan Kanada harus mengurangi ketergantungan berlebihan pada satu mitra dagang. Ia menyebut perubahan kebijakan perdagangan AS telah mengubah lanskap hubungan bilateral.

“Dunia ini lebih berbahaya dan terpecah belah,” kata Carney. “AS telah secara fundamental mengubah pendekatannya terhadap perdagangan, menaikkan tarifnya ke tingkat yang terakhir terlihat selama Depresi Besar.”

“Banyak kekuatan kita sebelumnya, yang didasarkan pada hubungan dekat kita dengan Amerika, telah menjadi kelemahan,” tambahnya. “Kelemahan yang harus kita perbaiki.”

Pernyataan ini menegaskan pergeseran hubungan Kanada-AS di tengah kebijakan tarif tinggi yang didorong Presiden Donald Trump. Ketegangan juga meningkat setelah pernyataan Trump yang menyebut Kanada seharusnya menjadi bagian dari AS.

Carney menyinggung sejarah dengan menunjukkan figur Jenderal Isaac Brock, komandan militer Inggris yang melawan pasukan AS dalam War of 1812. Ia menilai Kanada pernah menghadapi tekanan serupa di masa lalu.

“Situasi hari ini terasa unik, tetapi kami pernah menghadapi ancaman seperti ini sebelumnya,” kata Carney.

Pemerintah dari Partai Liberal yang dipimpin Carney baru saja mengamankan mayoritas parlemen dalam pemilu khusus bulan ini, memperkuat posisinya dalam mengambil kebijakan ekonomi, termasuk menjelang peninjauan ulang perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara pada Juli.

Sejak menjabat pada 2025, Carney mendorong diversifikasi mitra dagang, termasuk mempererat hubungan dengan China, guna mengurangi ketergantungan terhadap AS.

“Kita harus menjaga diri kita sendiri karena kita tidak bisa bergantung pada satu mitra asing,” kata Carney pada hari Minggu. “Kita tidak bisa mengendalikan gangguan yang datang dari negara tetangga kita. Kita tidak bisa mengendalikan masa depan kita dengan harapan gangguan itu akan tiba-tiba berhenti.” (DH)