Israel rilis peta militer, perluas kendali di Lebanon Selatan

Senin, 20 April 2026

image

JAKARTA - Militer Israel untuk pertama kalinya merilis peta garis penempatan pasukan barunya di Lebanon selatan, beberapa hari setelah gencatan senjata dengan Hezbollah mulai berlaku. Peta tersebut menunjukkan puluhan desa Lebanon, sebagian besar telah ditinggalkan, berada di bawah kendali Israel.

Dikutip reuters, kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat disepakati Kamis lalu, menyusul pembicaraan langsung pertama antara Israel dan Lebanon dalam beberapa dekade pada 14 April. Namun, pasukan Israel tetap mempertahankan posisi di wilayah Lebanon selatan.

Garis penempatan yang ditampilkan membentang dari timur ke barat, masuk sejauh sekitar 5-10 kilometer dari perbatasan ke wilayah Lebanon. Israel menyatakan akan membentuk zona penyangga untuk melindungi wilayah utara negaranya dari serangan.

Militer Israel menyebut operasi dilakukan untuk menghancurkan infrastruktur militer Hezbollah di wilayah tersebut. “Lima divisi, bersama dengan pasukan Angkatan Laut Israel, beroperasi secara serentak di selatan garis pertahanan terdepan di Lebanon selatan untuk membongkar situs infrastruktur teror Hizbullah dan untuk mencegah ancaman langsung terhadap masyarakat di Israel utara,” kata militer dalam pernyataan yang menyertai peta.

Israel juga dilaporkan menghancurkan sejumlah desa di area tersebut. Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bangunan yang dianggap dimanfaatkan Hezbollah akan diratakan.

“Setiap struktur yang mengancam tentara kita dan setiap jalan yang dicurigai (ditanam dengan) bahan peledak harus segera dihancurkan,” demikian dinyatakan. Seorang sumber keamanan Lebanon mengatakan warga sipil mulai kembali ke sebagian desa, namun akses ke wilayah di selatan garis penempatan masih dibatasi oleh militer Israel.

Konflik meluas sejak 2 Maret, ketika Hezbollah melancarkan serangan sebagai dukungan terhadap Iran, yang kemudian memicu ofensif Israel. Otoritas Lebanon mencatat lebih dari 2.100 orang tewas, termasuk 177 anak-anak, dan lebih dari 1,2 juta warga mengungsi.

Di pihak lain, Hezbollah dilaporkan kehilangan sedikitnya 400 pejuang hingga akhir Maret. Serangan kelompok tersebut ke Israel menewaskan dua warga sipil, sementara Israel melaporkan 15 tentaranya tewas dalam operasi di Lebanon.(DH)