IHSG rawan lanjut koreksi, tekanan global tetap dominan

Selasa, 21 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (21/4) hari ini, menyusul tekanan global yang tetap dominan.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia menyebut indeks saham di Wall Street pada awal pekan ini, akibat tingginya ketidakpastian perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pelemahan ini berpotensi jadi sentimen negatif bagi IHSG.

Namun di sisi lain, kenaikan harga komoditas dinilai jadi sentimen positif bagi indeks saham. “IHSG diprediksi akan bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.590/7.535 dan resist 7.705/7.760,” jelas analis CGS International, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Sementara itu analis BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG menghadapi resistance penting di 7.700. Selama belum mampu menembus area tersebut, IHSG diprediksi bergerak terbatas dan berpotensi menutup gap di 7.500.

Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways di kisaran 7.500-7.700.

“Jika IHSG menembus level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.450-7.480,” jelas analis Phintraco, dalam riset yang disampaikan pagi ini.

Menurut data Bloomberg, indeks saham Wall Street seperti Dow Jones melemah 0,01% pada perdagangan Senin (20/4). S&P 500 melemah 0,24% dan Nasdaq Composite turun 0,26%.

Dari kawasan Asia, indeks saham KOSPI Korea Selatan mengawali perdagangan di zona hijau dengan kenaikan 2,16%. Indeks Nikkei 225 Jepang juga menguat tipi 0,98%. (KR)