Laba AUTO naik 10,6% meski ekspor melandai di kuartal pertama

Selasa, 21 April 2026

image

JAKARTA – Laba bersih PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) tumbuh 10,6% secara tahunan, menjadi Rp558,94 miliar pada kuartal pertama 2026.

Pertumbuhan ini sejalan dengan kinerja pendapatan AUTO yang mencapai Rp5,25 triliun di kuartal pertama, meningkat 7,4% secara tahunan atau dari Rp4,89 triliun pada kuartal serupa tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan yang telah disampaikan, sekitar 66,30% pendapatan AUTO di kuartal pertama berasal pihak ketiga, dengan perolehan Rp3,48 triliun. Sementara sisanya sebesar Rp1,77 triliun merupakan pendapatan dari pihak berelasi.

Berdasarkan wilayah penjualan, pendapatan AUTO di pasar lokal kepada pihak ketiga mencapai Rp3,07 triliun di kuartal pertama, meningkat 13% secara tahunan. Sedangkan pendapatan ekspor turun 5,13% secara tahunan menjadi Rp437,07 miliar.

Presiden Direktur AUTO, Yusak Kristian Solaeman, mengatakan pertumbuhan di kuartal pertama ditopang oleh permintaan pasar aftermarket maupun Original Equipment Manucaturer (OEM).

Selain itu, ia menyebut kinerja AUTO awal tahun ini cukup resilien saat industri otomotif menghadapi tantangan.

“Didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” jelas Yusak, dalam keterangan yang disampaikan kepada IDNFinancials.com.

Di samping itu, Yusak mengaku pertumbuhan kinerja AUTO di kuartal pertama juga didukung momentum libur Lebaran 2026, yang mendorong peningkatan aktivitas servis dan penggantian kendaraan.

“Seiring dengan hal tersebut juga terjadi peningkatan aktivitas pada jaringan bengkel dan retailer merespons lonjakan permintaan dari pelanggan,” imbuh Yusak.

Dalam laporan IDNFinancials.com sebelumnya, AUTO mencetak laba bersih sebesar Rp2,2 triliun pada 2025. Sehingga perolehan laba kuartal pertama tahun ini, setara 25,3% dari total laba perseroan tahun lalu.

Merespons rilis kinerja awal tahun ini, harga saham AUTO menguat 2,57% ke level Rp2.790 per lembar hingga pukul 10.35 WIB. Posisi ini mencerminkan rasio Price to Earnings (PE) 6,01 kali, mengacu laba per saham yang disetahunkan Rp464. (KR)