CFIN alami serangan siber, manajemen matikan sejumlah sistem utama
Jumat, 28 November 2025

JAKARTA - PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) melaporkan terjadinya serangan siber yang mengganggu sistem internal perusahaan pada 26 November 2025.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan CFIN, Jahja Anwar, menyampaikan bahwa manajemen langsung mengambil langkah mitigasi dengan melakukan temporary switch off pada sejumlah sistem utama. Kebijakan tersebut berdampak pada terganggunya layanan kepada debitur dan beberapa proses operasional.
“Perseroan telah mengalami serangan siber. Sebagai antisipasi, kami melakukan temporary switch off beberapa sistem utama,” tulis Jahja dalam keterbukaan informasi di BEI, Kamis (27/11).
Saat ini, Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) CFIN bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menelusuri area teknis yang memerlukan penyesuaian. Proses stabilisasi dan pemulihan sistem terus dilakukan secara real-time guna meminimalkan potensi gangguan lebih lanjut terhadap layanan utama.
Dari sisi kinerja, CFIN membukukan laba bersih Rp 135,65 miliar pada Januari–September 2025, turun 15,56% dibanding Rp 160,66 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan laba dipengaruhi oleh turunnya pendapatan menjadi Rp 1,22 triliun atau merosot 9,79% secara tahunan.
Hingga 30 September 2025, total aset CFIN tercatat Rp 9,74 triliun, dengan liabilitas Rp 4,04 triliun dan ekuitas Rp 5,70 triliun.(DH)