Eni temukan gas raksasa di Kaltim, cadangan tembus 5 Tcf

Selasa, 21 April 2026

image

JAKARTA - Eni SpA mengumumkan penemuan gas alam di blok Ganal, Cekungan Kutai, lepas pantai Indonesia. Temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 yang dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter di perairan dengan kedalaman sekitar 2.000 meter di Kalimantan Timur.

Seperti dikutip rigzone, Eni SpA  menyatakan, “Perkiraan awal menunjukkan sumber daya di tempat sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat pada interval yang ditemukan.” Eni menambahkan bahwa analisis lanjutan masih dilakukan untuk mempercepat pengembangan dengan memanfaatkan kedekatan infrastruktur yang sudah ada guna menekan biaya dan mempercepat produksi.

Penemuan Geliga berdekatan dengan lapangan Gula yang belum dikembangkan. Eni menyebut, “Penilaian awal menunjukkan bahwa gabungan sumber daya Geliga dan Gula memiliki kapasitas untuk menghasilkan tambahan 1 Bscfd gas dan 80.000 bpd kondensat,” sekaligus membuka peluang pembentukan hub produksi ketiga di Cekungan Kutai.

Selain itu, perusahaan juga mengkaji peningkatan kapasitas kilang LNG Bontang. “Studi juga sedang dilakukan untuk mengevaluasi peremajaan lebih lanjut Bontang dengan melanjutkan penambahan kapasitas pencairan,” kata Eni.

Secara teknis, sumur Geliga-1 menunjukkan kolom gas dengan “sifat petrofisik yang sangat baik” pada formasi Miosen. Temuan ini merupakan bagian dari lima sumur eksplorasi yang dibor Eni dalam enam bulan terakhir, dengan rencana tambahan satu sumur pada 2026 dan dua sumur pada 2027.

Eni mengoperasikan blok Ganal dengan kepemilikan 82%, sementara China Petroleum & Chemical Corp memegang 18 persen. Blok Ganal juga menjadi bagian dari rencana joint venture Eni dengan Petroliam Nasional Bhd melalui entitas Searah yang akan fokus pada aset gas di Indonesia dan Malaysia. Perusahaan menargetkan penyelesaian transaksi pada kuartal II-2026.

Sebelumnya, Eni telah mengambil keputusan investasi final untuk proyek South Hub dan North Hub di Cekungan Kutai. Proyek tersebut ditargetkan mulai produksi pada 2028 dengan tambahan kapasitas hingga 2 Bcfd gas dan 90.000 barel kondensat per hari, dengan puncak produksi pada 2029.

Gas dari proyek ini akan dialirkan ke fasilitas penerima yang terhubung dengan jaringan pipa eksisting dan kilang LNG Bontang, untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor. Perusahaan juga berencana mengaktifkan kembali salah satu train liquefaksi yang saat ini tidak beroperasi guna memperpanjang operasional fasilitas tersebut.

“Rencana pengembangan juga mencakup perpanjangan masa operasional pabrik LNG Bontang dengan mengaktifkan kembali salah satu unit pencairan yang saat ini tidak beroperasi,” kata Eni.(DH)