Xi Jinping dan Mohammed bin Salman bahas stabilisasi Hormuz

Selasa, 21 April 2026

image

JAKARTA - Presiden Xi Jinping menyerukan agar jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka saat berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada 20 April. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Seperti dikutip Straitstimes, China menyatakan kekhawatiran atas ketidakstabilan di jalur strategis tersebut, terutama setelah gencatan senjata AS-Iran kembali tertekan menyusul penyitaan kapal kargo Iran oleh AS. Teheran juga memberi sinyal tidak akan bergabung dalam perundingan damai baru untuk sementara waktu.

Sebagai pembeli utama minyak Iran, China berkepentingan menjaga kelancaran distribusi energi. Dalam percakapan tersebut, Xi menegaskan pentingnya stabilitas jalur pelayaran global.

“Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk lalu lintas normal, karena hal ini melayani kepentingan bersama negara-negara di kawasan dan komunitas internasional,” ujarnya.

Xi juga menekankan bahwa penyelesaian konflik di Timur Tengah harus ditempuh melalui jalur politik dan diplomatik. Ia menyatakan dukungan China terhadap upaya negara-negara kawasan dalam menjaga stabilitas jangka panjang.

Ketegangan meningkat setelah AS menyita kapal Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan gencatan senjata. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut China berperan dalam mendorong Iran kembali ke meja perundingan.

Kementerian Luar Negeri China turut menyampaikan kekhawatiran atas “forced interception” kapal Iran oleh AS dan meminta semua pihak mematuhi kesepakatan gencatan senjata.(DH)