J.P. Morgan naikkan target S&P 500 jadi 7.600
Selasa, 21 April 2026

NEW YORK - J.P. Morgan pada Selasa menaikkan target akhir 2026 untuk indeks S&P 500 menjadi 7.600, didorong oleh prospek pertumbuhan pendapatan yang kuat dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi.
Seperti dikutip Reuters, revisi ini dilakukan hanya beberapa minggu setelah sebelumnya memangkas proyeksi, dengan membaiknya sentimen pasar seiring adanya gencatan senjata antara AS dan Iran.
Target baru tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 6,9% dari posisi penutupan Senin di level 7.109,14. Sebelumnya, J.P. Morgan sempat menurunkan target indeks menjadi 7.200 dari 7.500 pada bulan lalu.
Selain itu, J.P. Morgan juga merevisi naik proyeksi laba per saham (EPS) tahunan untuk indeks tersebut menjadi US$330 dari sebelumnya US$315. Untuk 2027, target EPS ditingkatkan menjadi US$385 dari US$355.
Pasar saham AS sendiri telah pulih dari titik terendah pada Maret, didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, J.P. Morgan mengingatkan adanya potensi fase konsolidasi jangka pendek.
“Mengingat reli tajam dari level terendah baru-baru ini dan latar belakang geopolitik yang meskipun mereda tetap bergejolak, terdapat risiko pasar memasuki fase konsolidasi sebelum melanjutkan tren kenaikan,” tulis J.P. Morgan dalam catatannya.
Namun, jika konflik dapat diselesaikan dengan cepat, perusahaan tersebut memperkirakan indeks berpotensi mendekati level 8.000 pada akhir tahun.
Kinerja kuat saham-saham berbasis AI dan teknologi turut mendorong S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi pekan lalu, seiring ekspektasi positif terhadap kinerja laba kuartal pertama.
J.P. Morgan juga menyoroti bahwa kehadiran model AI “Mythos” dari Anthropic turut menghidupkan kembali sentimen bullish terhadap sektor AI setelah awal tahun yang sempat melemah.
Meski demikian, peluncuran model “Claude Mythos” sempat dihentikan karena kekhawatiran terkait potensi kerentanan keamanan siber.
Ke depan, J.P. Morgan menilai masih ada ruang kenaikan pada proyeksi laba konsensus, meskipun revisi positif saat ini masih terkonsentrasi pada sejumlah kecil perusahaan teknologi dan sektor energi.
“Kami melihat pasar AS tetap menjadi pilar utama dalam portofolio global jangka panjang, didukung inovasi, pertumbuhan yang unggul, serta pengembalian modal. Meski begitu, tren diversifikasi dan arus repatriasi dana keluar dari AS kemungkinan tetap berlanjut,” tutupnya. (DK)