IHSG terpuruk di emerging Asia, rupiah unggul lawan dolar AS

Selasa, 21 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,49% atau 37,51 poin ke 7.556,60 pada perdagangan Selasa (21/4) hari ini, konsisten di zona merah menyusul keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, pengelola indeks global ini melanjutkan pembekuan saham-saham asal Indonesia untuk rebalancing Mei 2026 mendatang.

Meskipun otoritas pasar modal Indonesia telah menyampaikan reformasi aturan, MSCI tengah menanti masukan dari pelaku pasar, sembari menguji efektivitas dan konsistensi sumber data kepemilikan saham baru di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pengumuman yang disampaikan Senin (20/4) malam, MSCI juga menyebut penghapusan saham-saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks Global Standard.

Dua di antara sembilan dalam saham dalam daftar HSC ini, termasuk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinarmas dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Prajogo Pangestu.

Pada perdagangan hari ini, kedua saham ini masuk Top Loser, daftar saham dengan penurunan harga paling dalam. Harga saham DSSA turun 14,98% ke Rp2.780 per lembar dan BREN turun 9,47% ke Rp5.957 per lembar.

Total transaksi saham di BEI mencapai Rp18 triliun hingga pukul 16.20 WIB, turun 11,6% dari rata-rata transaksi harian pekan lalu yang mencapai Rp20,36 triliun. Sebanyak 356 saham mencatat kenaikan harga, 264 saham melemah dan 168 lainnya stagnan.

Di antara indeks saham emerging market Asia lain, IHSG mencatat kinerja terburuk. Pasalnya, mayoritas indeks saham di kawasan ini kompak menguat, dipimpin KOSPI Korea Selatan yang naik 2,72%.

Namun dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah memimpin penguatan di kawasan emerging market Asia, meskipun hanya 0,15% ke Rp17.143 per dolar AS.

Peso Filipina menyusul dengan kenaikan 0,07% dan won Korea menguat 0,03% terhadap dolar AS. Sedangkan mata uang lain seperti rupee India melemah 0,45% terhadap dolar AS, baht Thailand melemah 0,15%, dan ringgit Malaysia turun 0,01%. (KR)