CEO baru Apple bukan dari kubu software atau keuangan. Apa artinya?
Selasa, 21 April 2026

JAKARTA - John Ternus akan menjabat sebagai CEO Apple mulai 1 September, menggantikan Tim Cook yang memimpin perusahaan sejak 2011. Pergantian ini menandai babak baru bagi raksasa teknologi tersebut di tengah pergeseran industri yang dipicu kecerdasan buatan (AI).
Seperti dikutip CNN, dalam pernyataan resminya Ternus mengatakan, “Setelah menghabiskan hampir seluruh karier saya di Apple, saya beruntung dapat bekerja di bawah Steve Jobs dan memiliki Tim Cook sebagai mentor saya.”
Ternus saat ini menjabat sebagai senior vice president of hardware engineering. Ia memimpin pengembangan perangkat keras untuk produk utama Apple, termasuk iPhone, iPad, dan Mac, serta perangkat seperti Apple Watch dan AirPods. Ia juga terlibat dalam pengembangan inovasi terbaru seperti Apple Vision Pro.
Bergabung sejak 2001 di tim desain produk, Ternus diangkat menjadi vice president of hardware engineering pada 2013 dan masuk jajaran eksekutif pada 2021. Ia melapor langsung kepada Cook dalam perannya saat ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ternus memimpin sejumlah langkah penting di lini perangkat keras, termasuk penguatan kembali penjualan Mac yang berhasil meningkatkan pangsa pasar. Ia juga memperkenalkan pembaruan besar iPhone melalui peluncuran iPhone Air pada tahun lalu, yang menjadi perubahan paling signifikan sejak 2017.
Penunjukan Ternus sebagai CEO telah lama diperkirakan. Ia menjadi kandidat kuat dalam setahun terakhir seiring perannya yang semakin sentral dalam strategi produk Apple.
Sebagai CEO baru, Ternus menghadapi tantangan besar untuk melanjutkan kepemimpinan Cook yang membawa Apple mencapai valuasi US$4 triliun di era pasca Steve Jobs. Fokus utama ke depan adalah memperkuat posisi Apple dalam persaingan teknologi berbasis AI.
“Cook meninggalkan warisan abadi di Cupertino dan akan ada banyak tekanan pada Ternus untuk menghasilkan kesuksesan sejak awal, terutama di bidang AI,” kata analis Dan Ives dalam sebuah catatan pada hari Senin.
Di bawah Jobs, Apple dikenal agresif dalam inovasi produk. Sementara itu, Cook mendorong pertumbuhan stabil melalui layanan dan pengembangan ekosistem perangkat seperti Apple Watch, AirPods, dan Apple TV+. Strategi berikutnya kini berada di tangan Ternus, termasuk peluang menciptakan terobosan baru di tengah kompetisi AI yang semakin ketat.
“Ternus adalah seorang insinyur perangkat keras, yang menandakan bahwa Apple akan berupaya melakukan diferensiasi pada produk fisiknya bahkan ketika mereka ingin mengubah citra perangkat sebagai substrat untuk pengalaman cerdas,” kata analis utama Forrester, Dipanjan Chatterjee.
Sebelum bergabung dengan Apple, Ternus bekerja sebagai insinyur mekanik di Virtual Research Systems. Ia meraih gelar sarjana teknik mesin dari University of Pennsylvania.(DH)